Setelah materi dari Danu Sofwan, webinar dilanjutkan dengan materi dari Digital Expert Fianda Julyantoro. Fianda mengungkapkan jika pemberdayaan dan pendampingan menjadi sangat penting agar umkm dapat menghadapi persaingan di pasar nasional dan global.
“Potensi bisnis di era digital sangat besar, jika kita sebagai pelaku UMKM terlambat untuk belajar maka akan tertinggal lebih cepat. Mau tidak mau semua harus beradaptasi dengan digital, daripada menunda-nunda lebih baik dari sekarang mulai bertransformasi,” ungkap Fianda.
Pemulihan ekonomi nasional tidak lepas dari UMKM, 99% pelaku usaha di Indonesia adalah pelaku UMKM yang menyumbangkan PDB 61% dan menyerap hingga 97% tenaga kerja. Melalui program Damping ini diharapkan akan semakin banyak UMKM dengan produk lokal yang akan menjadi pilihan utama konsumen.
UMKM bisa dikatakan sebagai sektor penggerak roda perekonomian, dan tidak dipungkiri ketika pandemi melanda Indonesia dan dunia, sektor UMKM lah mampu bertahan meskipun harus ekstra berjuang.
Sesi webinar ditutup dengan pemaparan tentang program Damping batch 3 yang akan dimulai bulan September 2022. Dibuka kesempatan untuk 300 pelaku usaha yang ingin mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan eksklusif dengan para coach tersertifikasi. Informasi lengkap program Damping dapat masyarakat akses melalui Instagram @damping_id atau website Damping Indonesia. (PRS/JEK)















