TANGSEL, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada warga, bertempat di Kantor Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong. Selasa (30/7/2025).
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang hadir langsung membuka kegiatan ini, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Pada hari ini bapak ibu kita dapat menghadiri agenda penyaluran bantuan pangan di wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 2025, tepatnya di Kelurahan Ciater,” ujar Pilar dalam sambutannya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk bulan Juni dan Juli 2025, hasil kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog Cabang Tangerang.
“Penyerahan atau penyaluran bantuan pangan beras, yang dimana alokasinya yaitu di bulan Juni sampai Juli tahun 2025. Ini merupakan agenda yang sangat penting bagi masyarakat kami, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapanas dan juga kerja sama dengan Bulog Tangerang dalam penyaluran beras cadangan pangan pemerintah atau CPP, dan juga mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem dengan menggunakan data tunggal sosial ekonomi nasional yang sekarang digunakan,” ujarnya.
Total penerima bantuan mencapai 18.024 kepala keluarga (KK) yang tersebar di seluruh wilayah Tangsel.
Masing-masing keluarga menerima 20 kilogram beras, dengan total keseluruhan sebanyak 360,480 kilogram.
“Alhamdulillah di hari ini kita dapat menyalurkan kepada 18.024 KK se-Kota Tangerang Selatan. Dengan jumlah 360,480 kilo, dengan masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras,” ujarnya.
Ia juga merinci penerima di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Untuk Kecamatan Serpong sendiri dapat 2.300-an KK, untuk Ciater sendiri terdapat 422 KK. Jadi bapak ibu mudah-mudahan beras ini benar-benar bisa dimanfaatkan,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan Bulog Cabang Tangerang, Omar Syarif, menjelaskan bahwa program bantuan ini menggunakan stok cadangan dari dalam negeri dan hasil impor.
“Bantuan pangan ini kembali bergulir selama 2 bulan, bahwa stok yang kami miliki itu berasal dari pengadaan dalam negeri dari petani, kemudian juga masih ada sisa dari hasil importasi,” ujar Omar.
Selain bantuan CPP, masyarakat juga dapat mengakses program beras murah melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Disamping itu juga penerima bantuan bahwa ingin mendapatkan beras yang lain itu kita punya program SPHP,” ujarnya.
“Jadi kalau misalnya ini bantuannya ini habis, nah bisa akses kepada program lainnya adalah program beras dengan harga terjangkau,” tutupnya. (Alif)















