Tangerang, HALOBANTEN.COM– Ratusan Becak dan Rampak Bedug sambut delegasi PEMSEA PNLG di Ketapang Urban Aquaculture Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang Banten.
Para peserta disambut dengan naik becak menuju lokasi, Jumat (28/10/2022). Ratusan becak berjejer di pintu gerbang sekaligus menyambut para delegasi.
Begitu tiba di lokasi, para tukang becak satu per satu menawarkan jasa dan mendekati para peserta yang baru saja turun dari mobil.
Para delegasi juga menikmati tarian kesenian Rampak Bedug. Delegasi pun antusias melihat pertunjukan siswa SMAN 2 Tangerang tersebut.
Rampak Bedug merupakan kesenian khas Banten yang menampilkan pertunjukan tabuhan bedug secara serempak.
Sehingga menghasilkan irama yang enak. Kesenian ini juga kental dengan nuansa religi.
Agenda hari ini, para peserta mengunjungi Ketapang Urban Aquaculture, kawasan konservasi mangrove dan ekowisata aquaculture.
Kunjungan ini adalah bagian dari PNLG Forum 2022 yang digelar pada 25-29 Oktober 2022.
Sulap Kawasan Kumuh Jadi Venue Event Internasional
Bupati Tangerang Zaki Iskandar melakukan gebrakan dengan mengubah kawasan pesisir yang identik dengan kumuh dan kotor menjadi kawasan percontohan internasional.
Pemkab Tangerang telah menyulap kawasan konservasi mangrove dan ekowisata Ketapang Aquaculture, yang sebelumnya kumuh menjadi venue event internasional PNLG Forum.
“Kami memiliki program Gerbang Mapan, dengan segala macam yang sudah kita lalui dan lakukan mungkin masih ada kekurangan,” katanya.
“Dengan banyak mengundang orang kita akan banyak mendapatkan masukan dan juga saran untuk pengembangan berikutnya,” kata Zaki Iskandar.
Karena keberhasilannya mengubah kawasan ini, kini Zaki dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden PEMSEA PNLG yang beranggotakan 11 negara.
Tangerang terpilih menjadi lokasi hajatan ini karena bukan hanya menjadi model pengembangan desa pesisir pantainya, tetapi juga percontohan di Indonesia dan Asia Timur.
Karena itu, Desa Ketapang Kecamatan Mauk bahkan menjadi ikon dunia internasional.
Hal ini tidak lepas dari keberhasilan Tangerang mengelola kawasan pesisir pantai.
Yakni dengan mengembangkannya dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, lingkungan dan juga pemberdayaan masyarakatnya.
Pemkab Tangerang lakukan penataan kawasan pantai secara lintas sektoral dan berkesinambungan.
Program unggulan Gerakan Membangun Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) sejak 2015, penataan kawasan pantai telah terlihat hasilnya.
Bahkan banyak berbagai institusi, pemerintah daerah dan internasional mengadopsi program unggulan penataan kawasan pantai ini untuk diterapkan di wilayahnya masing-masing.
(JEK)















