Bandung, HALOBANTEN.COM – Tabrakan maut yang melibatkan dua rangkaian kereta api di Bandung Jawa Barat tak hanya mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Insiden itu juga mengakibatkan dua jalur lalu lintas kereta api KM 181 antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka tak bisa dilalui kereta api, Jumat (05/01/2024).
VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Joni Martinum ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, insiden tabrakan KA Lokal Bandung Raya dan Kereta Api Turangga mengakibatkan jalur selatan atau jalur antara Haurpugur dan Cicalengka, atau dari Stasiun Bandung menuju Tasikmalaya hingga Stasiun Banjar tak dapat dilalui kereta api.
Guna mengatasi kereta api lain agar tetap bisa beroperasi, pihak KAI melakukan rekayasa dengan jalur memutar
Dalam rekayasa ini, kereta api yang melalui jalur Bandung, Tasikmalaya ke Banjar, memutar melewati jalur utara.
Kapolres Kota Bandung, Kombes Kusworo Wibowo menambahkan, pihaknya masih lakukan evaluasi dua rangkaian kereta api, KA lokal Baraya dan KA Turangga yang tabrakan di wilayah Babakan DKA Cicalengka.
“Iya, masih proses evakuasi (gerbong kereta dan korban, Red)” ungkapnya kepada wartawan.
Terkait kapasitas muatan penumpang, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, kapasitas KA Turangga sebanyak 287 orang, sedangkan kapasitas KA lokal Bandung Raya 191 orang.
(Red)















