Bandung, HALOBANTEN.COM – Dua Kereta api (KA) terlibat tabrakan di KM 181 atau di antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (05/01/2024) pagi. Insiden itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Dua kereta api yang bertabrakan tersebut yakni KA Turangga dan KA Bandung Raya
VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Joni Martinum ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya insiden tersebut.
Dia mengatakan bahwa insiden tabrakan dua KA terjadi di saat kedua kereta sedang melintas ke tujuan masing-masin di KM 181, tepatnya di antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka.
Saat itu, KA Turangga meluncur dari arah Cicalengka, sedangkan KA Bandung Raya meluncur dari arah Haurpugur.
“Sesampainya di KM 181 kedua rangkaian kereta tersebut bertabrakan,” ungkap Joni.
KA Turangga saat itu berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Bandung Jawa Barat. Sedangkan KA Bandung Raya berangkat dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Cicalengka.
Manager Humas Daop 2 Bandung Ayep Hanafi mengatakan, kecelakaan itu diduga terjadi pada pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan data yang diperoleh, KA Turangga tercatat membawa 300 penumpang.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, akibat kecelakaan dua kereta api tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia.
Korban yang diduga meninggal dunia antara lain, Masinis KA Lokal Padalarang Cicalengka Bandung Raya atas nama Julian Dwi setiono, Asisten Masinis KA KRD Lokal Padalarang – Cicalengka atas nama Ponisan.
Selanjutnya, seorang Pramugara KA Turangga atas nama Andrian, dan pegawai PAM Enjang Yudi.
Sementara, untuk korban luka-luka terdata sebanyak 37 orang. Semua korban dievakuasi ke RSUD Cicalengka, AMC, Edelweis, dan RS Sentosa.
(Red)































