Jakarta, HALOBANTEN.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan El Nino sangat kuat memicu perluasan kondisi kemarau di Indonesia. Fenomena atmosfer ini menurunkan curah hujan hingga mencakup 90,79 persen wilayah tanah air.
Pantauan satelit Himawari-9 mengonfirmasi sebaran asap kebakaran hutan telah membumbung tinggi pada wilayah Sumatra serta Kalimantan. Meskipun udara kering mendominasi, gangguan gelombang atmosfer tetap membawa potensi hujan lokal berintensitas lebat pada sejumlah wilayah.
Selain itu, pihak BMKG mencatat status siaga hujan sangat lebat berlaku khusus untuk wilayah Provinsi Sumatra Barat.
Selanjutnya, BMKG memproyeksikan curah hujan kategori rendah menguasai sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua. Aktifnya Gelombang Kelvin serta Rossby Ekuator memicu konsentrasi awan hujan pada sebagian kawasan perairan barat Sumatra.
“Masyarakat harus mengantisipasi lonjakan suhu panas udara dengan menghemat pemakaian air secara bijak,” ujar tim BMKG.
Meskipun demikian, warga wajib mewaspadai potensi hembusan angin kencang di kawasan Lampung, Banten, serta Sulawesi Selatan.
Antisipasi Kebakaran Hutan dan Cuaca Ekstrem
Di samping itu, BMKG mengimbau masyarakat luas agar menghindari aktivitas membakar sampah atau membuka lahan sembarangan. “Warga sebaiknya menggunakan tabir surya serta menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas luar ruang,” kata tim BMKG.
Hasilnya, kewaspadaan bersama dapat mengikis risiko bahaya dehidrasi serta ancaman kebakaran hutan yang meluas.
Otoritas cuaca meminta warga terus memantau pembaruan informasi kondisi iklim resmi melalui saluran infoBMKG.
(SUR/MAD)

























