Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi pelaksanaan Kirab Merah Putih di Alun-Alun Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Panji Merah Putih Bersinar: Gelora Kemerdekaan, Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Runtuhkan Barikade Narkoba, Berantas Habis Korupsi” itu mengajak pelajar dan masyarakat melawan narkotika serta korupsi.
Irjen Pol. Drs. Aldrin M.P. Hutabarat, mengatakan BNN sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar BP2M atau Blok Pelajar Politisi Merdeka.
“Ini sangat BNN, khususnya saya dan Pak Kepala, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sangat positif sekali yang dilakukan oleh BP2M,” ujar Aldrin.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada pelaksanaan kirab. Menurutnya, pelajar BP2M harus berperan sebagai agen perubahan dalam pencegahan narkotika.
“Adik-adik BP2M ini sebagai agen perubahan, khususnya masalah narkotika, itu mencegah,” ujarnya.
Aldrin mendorong para pelajar memberikan edukasi dan literasi kepada teman sebaya. Ia juga meminta mereka menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkotika.
BNN Soroti Narkotika dalam Vape
Aldrin mengatakan pola peredaran narkotika kini mengalami perkembangan. Ia menyebut narkotika tidak hanya hadir dalam bentuk padat, tetapi juga cair.
“Peredaran narkotika itu yang dulunya padat, sekarang sudah dari padat ke cair,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah pengungkapan narkotika yang BNN lakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Aldrin, petugas mengungkap 3,37 ton bunga kuncup ganja dari Thailand di Gresik. BNN juga mengungkap 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau.
Selain itu, ia menyebut BNN mengungkap 2,6 ton sabu cair atau metamfetamin cair.
“Narkotika cair semuanya itu, yang ujungnya nanti akan dimasukkan dalam cartridge-cartridge vape,” ujarnya.
Aldrin kemudian menjelaskan perhitungan berdasarkan asumsi 2 mililiter cairan dalam satu cartridge. Ia menyebut 2,6 juta mililiter dapat menghasilkan sekitar 1,3 juta cartridge.
“Berarti kalau dibagi, berarti 1.300.000 cartridge yang dimasukkan dalam vape,” katanya.
Menurut dia, peredaran cairan tersebut berpotensi menjangkau banyak pengguna. Karena itu, BNN meminta pelajar ikut mencegah penyalahgunaan narkotika melalui edukasi.
Aldrin juga menyoroti penyalahgunaan vape legal sebagai sarana memasukkan narkotika. Ia menyebut sindikat dapat memanfaatkan vape sebagai pintu masuk penyalahgunaan narkotika.
“Pintu masuknya bandar-bandar sindikat narkotika, pintu masuknya ke penyalahgunaan narkotika melalui vape,” ujarnya.
Ia mengatakan vape tanpa kandungan narkotika juga memiliki sejumlah bahan. Menurut pemahamannya, vape mengandung nikotin, gliserin nabati, propilen glikol, serta perasa atau flavor.
Aldrin juga menyampaikan keterangan ahli farmakologi BNN terkait kandungan nikotin dalam cartridge. Menurutnya, satu cartridge 2 mililiter mengandung sekitar 100 miligram nikotin.
Ia menyebut jumlah tersebut setara dengan sekitar 25 sampai 30 batang rokok.
Aldrin menjelaskan nikotin dapat masuk melalui paru-paru dan mencapai otak melalui aliran darah. Menurutnya, nikotin kemudian berinteraksi dengan reseptor di otak dan memengaruhi dopamin.
“Makanya vape itu sebagai gateway, pintu masuk penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Ia menambahkan BNN terus berupaya mendorong pembahasan terkait pengawasan vape. BNN, kata dia, perlu berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Lebih bagus kita mencegah bahaya menghilang daripada hilang sebuah nyawa,” tegasnya.
Aldrin juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap vape sebagai pilihan yang lebih aman daripada rokok konvensional. Ia menyebut dokter paru Indonesia turut memberikan perhatian terhadap risiko vape.
Empat Komitmen Kirab Merah Putih
Kirab Merah Putih juga membawa deklarasi bersama dengan tema “Panji Merah Putih Bersinar: Gelora Kemerdekaan, Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Runtuhkan Barikade Narkoba, Berantas Habis Korupsi.”
Deklarasi tersebut memuat empat komitmen utama peserta.
Pertama, menjaga Panji Merah Putih sebagai simbol kedaulatan, martabat, dan kejayaan bangsa Indonesia di seluruh pelosok Nusantara.
Kedua, merawat persatuan dan kesatuan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat kebhinekaan, serta menolak gerakan yang berpotensi memecah persaudaraan.
Ketiga, meruntuhkan barikade narkoba dengan menyatakan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Keempat, memberantas habis korupsi dengan menolak tindakan korupsi serta menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan transparansi.
Deklarasi tersebut juga menegaskan komitmen peserta untuk bergerak bersama dan menjaga Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta bermartabat.
Kegiatan Kirab Merah Putih turut mengangkat semangat “Pemuda Tanpa Provokasi, Indonesia Bersih Narkoba, Tangkap Koruptor Tanpa Pandang Bulu.”
Pelaksanaan kirab diawali budaya lokal tanjidor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kemerdekaan sekaligus kampanye pencegahan narkoba dan pemberantasan korupsi di kalangan generasi muda.
Aldrin berharap BP2M terus menjalankan peran sebagai agen perubahan setelah kegiatan tersebut berakhir.
“BNN meminta mereka sebagai agen perubahan memberikan edukasi kepada kawan-kawannya, teman sebayanya, untuk menyampaikan bahaya narkotika,” ujarnya.
(LIF)

























