Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Forum Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi saksi pernyataan mengejutkan dari Wali Kota Benyamin Davnie.
Dia mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Tangsel mengalami peningkatan.
Meskipun Pemkot telah meluncurkan berbagai program seperti Bedah Rumah, Bedah Septic Tank, Bantuan Modal, dan Pelatihan, angka kemiskinan justru naik dari 2,50 persen di tahun 2022 menjadi 2,57 persen di tahun 2023.
“Peningkatan ini berarti jumlah absolutnya juga bertambah,” kata Benyamin.
Salah satu faktor utama yang diidentifikasi adalah inflasi, yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Hal ini diperparah dengan mendekatnya Bulan Suci Ramadhan, di mana kebutuhan rumah tangga, terutama kuliner, akan meningkat.
Dengan biaya yang sama, masyarakat akan membeli lebih sedikit kebutuhan rumah tangga, terutama makanan.
Peningkatan konsumsi dan permintaan diprediksi akan terjadi, dan hukum pasar akan berlaku. Ditambah lagi, panen padi belum banyak dilakukan, sehingga harga beras kemungkinan akan naik.
Benyamin berharap garis kemiskinan di Tangsel dapat ditekan. Data dari Kementerian menunjukkan bahwa garis kemiskinan Tangsel naik dari Rp712.717 per kapita per bulan di tahun 2022 menjadi Rp782.543 di tahun 2023.
“Seseorang dengan penghasilan Rp715.000 per bulan sekarang masuk kategori miskin,” jelas Benyamin.
Tugas pemerintah sekarang adalah meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat di atas Rp782.543 per bulan.
“Kita ciptakan lapangan pekerjaan, latih keterampilan mereka, ajari berbagai bidang seperti kuliner, fashion, kerajinan tangan, seni, film, dan lainnya yang menghasilkan kreativitas,” kata Benyamin.
Pemerintah juga bertugas menciptakan pasar bagi produk-produk masyarakat, seperti mengadakan bazar dan pameran.
Analisis Data BPS
Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa garis kemiskinan di Tangsel terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2021, garis kemiskinan mencapai Rp665.610 per kapita per bulan, kemudian naik menjadi Rp712.717 di tahun 2022, dan Rp782.543 di tahun 2023.
Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga barang dan jasa serta perubahan selera atau gaya hidup masyarakat yang mengubah pola konsumsi rumah tangga.
Tingkat kemiskinan di Tangsel pada tahun 2023 sebesar 2,57 persen, meningkat dari 2,50 persen di tahun 2022.
Jumlah penduduk miskin pun meningkat dari 44.29 ribu jiwa di tahun 2022 menjadi 46,31 ribu jiwa di tahun 2023.
Meskipun Tangsel memiliki tingkat kemiskinan terendah kelima secara nasional dan terendah kedua di Jabodetabek setelah Kota Depok, pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama Pemkot.
“Hidup yang layak menjadi hak semua orang dan inilah yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” papar Benyamin.
(Alif)























