Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semakin massif menggalakkan program bank sampah guna mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.
Tak hanya menggalakkan bank sampah, DLH Tangsel juga menggencarkan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah berbasis masyarakat.
Upaya lainnya, DLH Kota Tangerang Selatan hingga kini juga masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan sejumlah daerah guna melakukan kerjasama pembuangan sampah usai kontrak dengan TPA Cilowong Kota Serang Banten berakhir.

“Kita terus koordinasi dengan daerah lain untuk lakukan Kerjasama pembuangan sampah,” ungkap Kepala DLH Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman.
Daerah lain yang dimaksud antara lain, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Bogor, bahkan dengan Kabupaten Tangerang.
Sejumlah wilayah tersebut memiliki persoalan sampah yang sama dengan Tangsel, dan yang membedakan hanya volumenya saja.
Persoalan sampah, kata Wahyinoto merupakan isu strategis yang menjadi sorotan sejumlah pihak. Bukan hanya di tangsel saja, namun hal itu juga terjadi di seluruh wilayah di Indonesia, sehingga harus dilakukan penuh dengan kehati-hatian dalam membangun kerjasama pengelolaan sampah.
Pihaknya melakukan berbagai upaya pengurangan dan penanganan sampah di sumber agar timbunan sampah di TPA Cipeucang Serpong tidak terlalu overload.
Upaya dilakukan melalui optimalisasi Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) agar tidak terlalu banyak sampah yang masuk ke TPA Cipeucang.
Kepala Bidang Persampahan DLH Tangsel, Tubagus Apriliadhi, menambahkan, saat ini pihaknya tengah massif menggalakkan bank sampah lebih banyak lagi. Bidang Kebersihan DLH Tangsel juga gencar lakukan sosialisasi pengolahan sampah berbasis masyarakat di tujuh kecamatan di Tangsel.

Sosialisasi dilakukan untuk menggugah kesadaran dan semangat masyarakat mengenai dampak positifnya melakukan kegiatan pengolahan bank sampah. Mulai dari tatacara mengolah, memilah serta memilih sampah mana yang bisa dilakukan Reduce Reuse dan Recycle, dan bernilai ekonomis.
Untuk jangka menengahnya, kata Apriliadhi, DLH Tangsel sedang lakukan perapihan TPS3R yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangsel.
Apriliadhi mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 30 TPS3R di Kota Tangsel yang masih aktif. Adapun yang dilakuakn DLH Tangsel saat ini adalah bagaimana menghidupkan kembali TPS3R yang tidak aktif dan mempertahankan serta meningkatkan TPS3R yang masih aktif dengan tambahan penguatan teknologi dan inovasi.
Sementara untuk jangka panjangnya, tahun ini pihaknya sudah laksanakan prakualifikasi untuk proyek Proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL).
Proyek PSEL ini merupakan keinginan dan komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel dalam upaya mengatasi persoalan sampah di Tangsel, bukan hanya untuk sesaat melainkan untuk jangka panjang.
“Kita sedang mencari investor yang ingin membiayai proyek PSEL ini, kalau tahun ini sudah ada pemenangnya maka di 2025 mendatang sudah bis akita mulai pembangunannya,” tegas Apriliadhi. (ADV)















