Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, terus menggencarkan langkah preventif demi menjaga kesehatan anak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak yang berlangsung serentak. Program ini hadir sebagai respons cepat terhadap risiko penyebaran campak yang masih mengancam kelompok usia rentan.
Sebanyak 109.000 anak usia 9 hingga 59 bulan menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini. Pemerintah mengajak para orang tua agar segera membawa buah hati mereka ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat guna memperoleh imunisasi tambahan.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memastikan kelengkapan imunisasi anak. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi utama dalam menjaga generasi muda tetap sehat dan terlindungi dari penyakit menular.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anak memperoleh imunisasi lengkap. Upaya ini penting agar mereka tumbuh sehat tanpa gangguan penyakit,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ORI sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta warga menjadi kekuatan utama dalam memperluas cakupan imunisasi.
Selain fokus pada anak, masyarakat berusia di atas 16 tahun juga memperoleh anjuran untuk menjalani vaksinasi MMR secara mandiri sebagai bentuk perlindungan tambahan.
Pelaksanaan ORI Berlangsung Secara Bertahap
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, Penanggulangan Krisis, dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Agatha Christie, menjelaskan bahwa pelaksanaan ORI berlangsung secara bertahap di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
Ia menyebutkan, kegiatan imunisasi tambahan berlangsung selama dua minggu. Kemudian berlanjut dengan masa penyisiran selama satu minggu guna menjangkau seluruh sasaran. Dengan skema ini, seluruh anak yang belum menerima imunisasi dapat segera terlayani.
“Imunisasi menjadi langkah krusial dalam mencegah penularan penyakit, khususnya bagi anak-anak yang tergolong rentan. Jangan beri ruang bagi virus campak untuk mengganggu keceriaan mereka,” jelasnya.
Program ORI sendiri berlangsung mulai 30 Maret hingga 19 April 2026. Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan bekerja sama dengan Tim Pembina Puskesmas (TPP) untuk memastikan kegiatan berjalan optimal hingga tingkat lapangan.
(ADV)















