Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, terus memperkuat kualitas penerangan jalan umum (PJU) sebagai bagian dari layanan publik yang menunjang aktivitas masyarakat. Kehadiran PJU tidak hanya menghadirkan cahaya di malam hari, tetapi juga memberikan rasa aman, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas warga.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Keranggan, Rokib, menilai keberadaan PJU memberikan dampak luas dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, fasilitas ini menjadi elemen penting yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat, khususnya saat malam.
“Lampu PJU memiliki peran besar, bukan sekadar penerangan. Kehadirannya mendukung kenyamanan dan aktivitas warga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kalangan pemuda dan masyarakat merasakan langsung manfaat tersebut. Kegiatan sosial, aktivitas kepemudaan, hingga mobilitas harian berjalan lebih lancar berkat dukungan penerangan yang memadai.
Selain itu, aspek keselamatan juga mengalami peningkatan. Jalan yang terang membantu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memberikan rasa percaya diri bagi masyarakat saat beraktivitas di malam hari.
Di sisi lain, faktor keamanan menjadi perhatian utama. Lingkungan yang terang cenderung menciptakan rasa nyaman sekaligus menekan potensi gangguan ketertiban.
“Penerangan yang baik membuat lingkungan lebih terbuka dan meningkatkan pengawasan sosial,” tambahnya.
Meski demikian, Rokib mengakui masih terdapat beberapa kendala, seperti lampu yang sesekali mengalami gangguan. Ia berharap ke depan pemerataan PJU dapat menjangkau hingga jalan lingkungan dan gang kecil, disertai peningkatan perawatan serta pemanfaatan teknologi yang lebih modern.
Warga lainnya, Azis mengataan, program Tangsel Terang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Bukan hanya warga perkotaan, namun juga yang berada di perkampungan. Angka kriminalitas seperti tawuran, pencurian serta tindak kejahatan lainnya kini berkurang.
Perluas Jangkauan dan Tingkatkan Kualitas PJU
Sejalan dengan aspirasi masyarakat, Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Dishub Tangsel) terus memperkuat infrastruktur PJU. Kepala Dinas Perhubungan, Ayep Jajat Sudrajat, menyampaikan bahwa sepanjang 2025, pemeliharaan PJU mencakup 6.214 titik lampu di 3.355 lokasi, serta perbaikan jaringan pada 18 ruas jalan.
Selain itu, pembangunan baru juga terus berjalan. Sebanyak 2.544 titik lampu berhasil hadir melalui program “Tangsel Terang” dan hasil usulan masyarakat melalui musrenbang serta reses.
Dengan capaian tersebut, total PJU di Tangerang Selatan hingga 2025 mencapai 69.371 titik lampu. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses penerangan hingga ke berbagai wilayah.
Efisiensi Energi Jadi Prioritas Pengelolaan PJU
Tidak hanya fokus pada penambahan titik lampu, pemerintah juga mengedepankan efisiensi energi. Hal ini terlihat dari tren penurunan tagihan listrik PJU dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, biaya listrik bulanan berada pada kisaran Rp3,82 miliar hingga Rp4,23 miliar. Selanjutnya pada 2024, angka tersebut menurun menjadi sekitar Rp3,64 miliar hingga Rp3,92 miliar. Tren positif ini berlanjut pada 2025, bahkan pada November tercatat sekitar Rp3,06 miliar.
Menurut Ayep, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah strategis, termasuk monitoring panel KWH untuk memastikan kondisi jaringan serta akurasi tagihan listrik.
Selain itu, percepatan program metering juga terus berjalan. Jumlah panel KWH yang termonitor meningkat dari 37 unit pada 2024 menjadi 59 unit pada 2025.
Langkah lain yang tidak kalah penting yaitu penggantian lampu konvensional jenis SON-T menjadi lampu LED yang lebih hemat energi. Sepanjang 2024, sebanyak 1.383 lampu berhasil terganti, sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 2.107 lampu.
“Penggunaan lampu LED membantu menekan konsumsi daya listrik tanpa mengurangi kualitas penerangan,” jelasnya.
Penyesuaian daya lampu berdasarkan tipe dan lebar jalan juga menjadi strategi agar penerangan tetap optimal tanpa pemborosan energi.
Pengamanan Aset dan Penataan Jaringan Jadi Tantangan
Di tengah upaya efisiensi, pemerintah juga menghadapi tantangan berupa gangguan jaringan dan kehilangan komponen. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya pemeliharaan serta menghambat layanan penerangan.
Ayep menegaskan pentingnya pengamanan aset PJU serta penertiban jaringan kabel, termasuk kabel fiber optik yang menumpang pada tiang PJU.
Gangguan tersebut tidak hanya menyebabkan lampu padam, tetapi juga memerlukan biaya tambahan untuk perbaikan dan penggantian material.
Oleh karena itu, selain efisiensi energi, pemerintah juga fokus menjaga keberlanjutan layanan melalui pengawasan dan penataan infrastruktur.
Menuju Kota Terang, Aman, dan Berkelanjutan
Secara keseluruhan, penguatan PJU di Tangerang Selatan mencerminkan upaya pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program ini.
Dengan penerangan yang semakin merata, efisien, dan andal, Tangerang Selatan terus melangkah menuju kota yang aman, nyaman, serta mendukung aktivitas warganya sepanjang waktu.
(ADV)















