Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Banjir menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Tangerang Selatan (Tangsel) Banten.
Tak ingin menyerah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) tancap gas dalam upaya penanggulangan banjir selama tiga tahun terakhir.
Berbagai langkah strategis digeber untuk meminimalisir dampak banjir dan meningkatkan daya tahan air di wilayahnya. Langkah awal yang dilakukan adalah normalisasi sungai.
Kepala Dinas SDABMBK Tangsel Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengerukan lumpur di Sungai Angke dan anak-anak sungainya sepanjang 11.201 meter di 39 lokasi.
Tak hanya itu, 16 segmen sungai pun dilebarkan pada tahun 2022 dan 2023.
Upaya normalisasi ini tak berhenti di situ. Robby menambahkan, pihaknya juga meninggikan tanggul di beberapa sungai, seperti Kali Angke, Kali Cibenda, Kali Cantiga, Kali Serua, Kali Ciputat, Kali Ciater, dan Inlet Pesanggrahan.
Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga membangun tandon-tandon baru untuk menampung air hujan sebelum dialirkan ke sungai. Dalam dua tahun terakhir, 9 tandon atau kolam retensi telah dibangun.

Upaya pengendalian banjir tak lengkap tanpa pompa air. Pemkot Tangsel telah membangun 82 stasiun pompa banjir yang tersebar di wilayah rawan banjir.
Sebanyak 67 di antaranya menggunakan pompa listrik, dan 15 sisanya menggunakan diesel.
Untuk mendukung operasional, disiagakan pula 9 pompa air portable dan 4 unit alat berat excavator long arm, 2 unit excavator amphibius, serta 4 unit excavator biasa.
Program Lanjutan dan Perawatan Rutin
Pada tahun 2024 ini, Dinas SDABMBK Tangsel tak berhenti berinovasi. Beberapa program lanjutan tengah digulirkan, seperti pembangunan Turap Kali Ciputat Segmen Perumahan Nuri, Revitalisasi Bendung Ciputat.
Kemudian, penanganan banjir di Perumahan Citra Kencana Legoso dan Legoso Raya, pembangunan turap Kali Ciater Hilir Segmen Graha Mas Serpong, lanjutan pembangunan turap Kali Ciater Hilir Outlet Tandon Lengkong Karya.
Selanjutnya, pembangunan tandon Perumahan Sarana Indah Permai, Long Storage Perumahan Kuricang, serta lanjutan Long Storage di perumahan Ciater Permai.
Dijelaskan Robby, upaya pengendalian banjir di Tangsel merupakan upaya berkelanjutan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan menjaga daerahnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

Upaya Pemkot Tangsel dalam menanggulangi banjir mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Abdul Manaf, menyambut baik pembangunan tandon dan turap yang dilakukan.
Menurutnya, tandon tak hanya berfungsi untuk menampung air hujan, tapi juga dapat membantu mengatasi krisis air tanah saat kemarau panjang.
Manaf juga menggarisbawahi pentingnya penurapan sungai untuk mencegah air meluap ke permukiman.
Ia berharap masyarakat sekitar turut menjaga sungai dengan tidak membuang sampah ke dalamnya.
Sementara, Husein (34) warga lainnya mengatakan, upaya Pemkot Tangsel dalam menangani banjir di wilayahnya patut diapresiasi.
Berbagai program dan langkah strategis telah diimplementasikan, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan tandon, hingga penyediaan pompa air dan alat berat.
Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga terus berinovasi dengan program lanjutan di tahun 2024.
“Namun, perlu diingat bahwa upaya ini tak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjadi kunci utama dalam mewujudkan Tangsel yang bebas banjir. (ADV)















