HALOBANTEN, – Seringkali, diagnosis diabetes melitus (DM) terlambat dilakukan, padahal deteksi dini gejala penyakit ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang berbahaya. Sayangnya, banyak orang belum sepenuhnya memahami gejala penyakit ini, sehingga seringkali terabaikan.
Diabetes merupakan penyakit yang umum di Indonesia, terutama pada kelompok usia 15 tahun ke atas. Namun, menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, hanya sebagian kecil penderita yang menyadari gejala dan mendapatkan diagnosis resmi.
Pada diabetes tipe 2, gejala awal seringkali tidak dirasakan, dan kondisi ini baru terdeteksi saat pemeriksaan gula darah rutin. Hal ini berbeda dengan diabetes tipe 1, di mana gejala muncul lebih cepat.
Deteksi dini, terlepas dari jenis diabetes, memberikan peluang lebih besar untuk pengobatan yang tepat dan meminimalkan risiko komplikasi serius.
Meskipun sering dikaitkan dengan orang tua, diabetes melitus juga dapat menyerang anak muda. Perbedaan utama antara diabetes tipe 1 dan tipe 2 terletak pada penyebabnya. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh penyakit autoimun yang mengganggu produksi insulin, sedangkan diabetes tipe 2 terkait dengan pola makan yang tidak sehat dan ketidakmampuan tubuh mengontrol kadar gula darah.
Diabetes tipe 2 seringkali merupakan dampak jangka panjang dari kebiasaan buruk di masa muda. Namun, gejala dapat muncul lebih cepat jika asupan makanan, terutama yang tinggi gula, tidak dikendalikan.
Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki kemiripan, namun penderita diabetes tipe 1 mungkin mengalami penurunan berat badan tanpa diet. Gejala pada usia muda juga dapat berkembang perlahan, sehingga seringkali hanya terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan.
Berikut adalah beberapa gejala umum diabetes pada usia muda:
- Rasa lapar yang sering muncul.
- Rasa haus yang berlebihan.
- Gangguan fungsi ereksi pada pria.
- Penglihatan yang kabur.
- Kelemahan otot.
- Penurunan gairah seksual.
- Kelelahan yang berlebihan.
- Perubahan suasana hati yang mendadak.
- Peningkatan frekuensi buang air kecil.
- Luka yang sulit sembuh.
Penting untuk diingat bahwa deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah atau mengelola diabetes. (*/bbs)















