Serang, HALOBANTEN.COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten mengungkap penyebab pencemaran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang. Pihak DLHK menemukan fakta bahwa air sungai berubah hitam akibat limbah domestik dan aktivitas korporasi.
Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa limbah rumah tangga mendominasi kerusakan lingkungan tersebut. Menurut hasil uji laboratorium, kandungan biochemical oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD) sangat tinggi.
Wawan menyebutkan bahwa sampah mengalir dari buangan masyarakat serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka sering membuang sisa produksi langsung ke saluran drainase.
Perusahaan Kertas Diduga Buang Limbah
Selain limbah domestik, DLHK Banten juga menginspeksi dua perusahaan besar di sepanjang aliran sungai tersebut. Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan PT Cipta Paperia diduga kuat membuang limbah berbahaya secara langsung.
Oleh karena itu, institusi ini menyerahkan kepastian sanksi hukum kepada Pemerintah Kabupaten Serang. Wawan menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki wewenang penuh terkait izin operasional perusahaan tersebut.
Berdasarkan catatan dinas, manajemen perusahaan kertas ini bahkan sudah berulang kali melakukan pelanggaran serupa. Pihak pengawas lingkungan menilai korporasi tersebut sebagai sumber masalah utama industri di sana.
Dampak Kemarau Memperburuk Kondisi Air
Di samping masalah pembuangan sampah, faktor alam ikut memperparah pencemaran Sungai Ciujung saat musim kemarau. Cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino menyebabkan debit air sungai menyusut drastis.
Saat ini, Waduk Karian hanya mengalirkan volume air yang sangat sedikit menuju Bendung Pamarayan. Akibatnya, konsentrasi zat pencemar meningkat dan mengubah warna air sungai menjadi hitam pekat.
(DAR/MAD)


























