Jakarta, HALOBANTEN.COM – Dulu dipuja sebagai pembawa angin segar, kini nama mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terseret dalam dugaan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai lebih dari Rp10 triliun.
Kejaksaan Agung (Kejagung) tak menutup kemungkinan untuk memeriksa Nadiem terkait proyek ambisius yang kini berpotensi jadi bumerang.
Proyek pengadaan Chromebook ini jadi sorotan tajam lantaran hasil uji coba pada 2019 menunjukkan kurangnya kepuasan. Namun, entah mengapa program ini tetap melaju kencang, bahkan dinaikkan statusnya menjadi proyek nasional.
Kejagung mencurigai adanya “intervensi” atau “bisikan” dari pihak tertentu yang memaksa tim teknis untuk memilih Chromebook, meskipun bukan pilihan terbaik pada saat itu.
Meskipun Nadiem belum dipanggil secara langsung, dua staf khususnya telah lebih dulu dimintai keterangan oleh penyidik.
Sejumlah barang bukti seperti flashdisk, hard disk, dan laptop juga telah diamankan. Langkah ini mengindikasikan bahwa Kejaksaan Agung tengah mendalami siapa aktor intelektual di balik keputusan kontroversial pemilihan Chromebook.
Kasus ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah ini sekadar kebetulan atau sebuah skenario yang telah lama dipersiapkan?
Publik kini menantikan kelanjutan dari kasus ini, yang bisa jadi akan mengubah citra bersih birokrat muda menjadi cerita lain yang jauh dari harapan. (*/bbs)















