JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Suasana International Conference on Infrastructure 2025 di JCC mendadak tegang! Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan yang sukses bikin bulu kuduk berdiri, bukan karena dinginnya AC, tapi karena sindiran pedasnya untuk BUMN.
Prabowo tak tanggung-tanggung menyoroti kinerja sejumlah BUMN yang dinilainya terlalu santai, lemot, dan hobi buang-buang uang.
“Kalau kerja lambat ya nggak apa-apa, nanti juga ada Menteri Keuangan yang kasih PMN,” ujarnya dengan nada kecewa, menyinggung mentalitas “ada jaring pengaman” berupa kucuran dana dari negara.
Menurut Presiden, mental seperti ini justru jadi penghambat utama pembangunan. Ia bahkan membandingkan dengan perusahaan swasta global yang dinilainya jauh lebih gesit, efisien, dan mandiri tanpa perlu bergantung pada uluran tangan pemerintah.
Lantas, apa jurus Prabowo? Ia menekankan perlunya keterlibatan swasta yang lebih besar dalam proyek infrastruktur. Tak hanya itu, ia juga mendorong evaluasi total bagi BUMN yang performanya “tidak memuaskan.” Jika masih ngeyel, siap-siap saja direformasi!
“Kita tidak bisa terus-terusan begini,” tegas Prabowo, seolah memberikan sinyal keras bahwa era “kerja asal jalan” di lingkungan BUMN akan segera berakhir.
Kini, publik menanti dengan harap-harap cemas: apakah omongan Presiden ini akan diikuti dengan tindakan nyata dan perubahan besar di tubuh BUMN, ataukah hanya akan jadi angin lalu di tengah birokrasi? (*/bbs)















