Kamis, 16 April 2026
  • Login
Halo Banten
Advertisement
  • Halo Banten
  • PROVINSI BANTEN
  • NASIONAL
  • RAGAM
  • BISNIS
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • INDEKS
No Result
View All Result
Halo Banten
  • Halo Banten
  • PROVINSI BANTEN
  • NASIONAL
  • RAGAM
  • BISNIS
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • INDEKS
No Result
View All Result
Halo Banten
No Result
View All Result

Drama Balik Layar Media Raksasa! Dahlan Iskan Gugat Jawa Pos Hanya Demi ‘Secarik Kertas’

by Nasir Halo Banten
16 Juni 2025
in OPINI
Dahlan Iskan

Foto: Istimewa

SURABAYA, HALOBANTEN.COM – Siapa sangka, di balik gemerlap dunia media dan berita yang kita baca setiap hari, ada drama yang jauh lebih menggigit dari sekadar headline sensasional.

Bayangkan ini: seorang raja koran legendaris, sosok yang namanya lekat dengan kebesaran Jawa Pos Grup, kini harus berdiri di hadapan meja hijau dan menggugat “istananya” sendiri!

Baca Juga:

Hari Guru Nasional 2025: Guru Jadi Pilar Bangsa, Tapi Masih Rentan Kriminalisasi dan Kesejahteraan Minim

Hari Guru Nasional 2025: Guru Jadi Pilar Bangsa, Tapi Masih Rentan Kriminalisasi dan Kesejahteraan Minim

Jam'iyyah NU Tangsel Berbasis Kultural Tolak Hasil Konfercab IV PCNU Tangsel!

Jam’iyyah NU Tangsel Berbasis Kultural Tolak Hasil Konfercab IV PCNU Tangsel!

Ini bukan skenario sinetron murahan, ini NYATA, dan nomor perkaranya pun terdaftar resmi: 621/Pdt.G/2025/PN Sby, dicatat di Pengadilan Negeri Surabaya pada 10 Juni 2025. Tanggal yang layak jadi Hari Tinta Nasional!

Jika Anda berpikir ini tentang perebutan saham, kursi kekuasaan, atau bahkan kebangkrutan oplah media, Anda salah besar. Ini jauh lebih absurd sekaligus mulia: yang diperebutkan hanyalah DOKUMEN! Ya, Anda tidak salah baca, hanya beberapa lembar kertas.

Dokumen-dokumen ini konon ditinggalkan Dahlan Iskan saat ia masih memimpin imperium media tersebut. Kini, saat ia ingin mengambilnya kembali, dokumen-dokumen itu seolah lenyap ditelan bumi birokrasi. Ibarat mantan yang bilang, “Aku masih simpan kenangan, tapi kamu nggak bisa ambil lagi!”

Mantan Menteri BUMN dan Dirut PLN ini, yang kita kenal sebagai inspirator banyak penulis dan sosok di balik kesuksesan Jawa Pos, ternyata sudah mencoba dengan baik-baik. Bicara sopan, meminta kembali haknya. Tapi nampaknya, kantor lama tak mengenal romantisme sejarah. Dengan berat hati, dan ditemani pengacara, ia akhirnya mengetuk pintu keadilan.

Padahal, sebagai pemegang saham minoritas 10,2 persen, hak Dahlan Iskan sudah jelas! Bandingkan dengan Graffiti (49,04%), Eric Samola (8,9%), atau Goenawan Mohammad (7,2%). Tapi anehnya, justru sang pendiri, sang legenda, harus berjuang keras hanya demi secarik kertas miliknya sendiri. Dunia benar-benar terbalik, seperti halaman koran yang tercetak terbalik karena operator offset lembur semalaman.

Jawa Pos, media raksasa yang dulu bisa mengguncang pemerintahan hanya dengan satu tajuk utama, kini justru diguncang oleh surat gugatan dari Bapak Pendirinya sendiri.

Ironisnya, di tengah pusaran drama ini, Jawa Pos tetap perkasa dengan oplah harian mencapai 842.000 eksemplar dan lebih dari 200 media jaringan di seluruh Indonesia. Mereka terus hidup, terus tumbuh, tapi seolah lupa siapa yang dulu memupuk tanahnya; lupa bahwa sebelum era clickbait dan judul-judul sensasional, ada tangan-tangan pejuang yang membangun kerajaan ini dengan tinta dan air mata deadline.

Pria yang pernah ganti hati ini memang bukan siapa-siapa lagi di struktur redaksi. Tapi sejarah tak mengenal kata “mantan.” Ia adalah batu pertama, pondasi, mitos hidup yang kini dipaksa mengetuk pintu rumahnya sendiri hanya untuk selembar dokumen.

Lebih dari sekadar sengketa hukum, ini adalah tragedi post-modern yang penuh satir. Bayangkan, sang Bapak Koran harus menyewa pengacara untuk mengambil peninggalannya sendiri! Sebuah tontonan yang lucu, getir, dan sekaligus menyentil.

Kita semua percaya pada berita. Tapi kali ini, berita itu sendirilah yang menjadi panggung sandiwara. Tinta pun menetes, bukan di atas naskah berita, melainkan di surat gugatan.

Mungkin inilah ironi sejati dunia jurnalistik. Dulu, Dahlan Iskan mengajarkan bagaimana merangkai kata menjadi berita, bagaimana mencetak idealisme menjadi lembaran halaman. Kini, ia harus meminta pengadilan untuk sekadar mengambil kembali selembar kertas yang ia tinggalkan. Dunia memang terus berputar, dan sejarah tak pernah ingkar.

Jika tinta adalah darah jurnalis, maka kali ini, darah itu tertumpah bukan di medan perang berita, melainkan di ruang sidang perdata. Apa pendapat Anda tentang drama di balik layar media ini? Apakah ini hanya sekadar dokumen, atau ada makna yang lebih dalam di baliknya? (*/bbs)

Tags: Dahlan IskanJawa Pos
Previous Post

Jet Pribadi Misterius dari Korupsi Papua Terkuak, KPK Minta Bantuan Masyarakat

Next Post

Geger! Prabowo Ngamuk di Konferensi Internasional, BUMN Kena Semprot Habis-habisan

BERITA LAINNYA

Kasus SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak Dinilai Reaktif, Abaikan Fakta Hukum Rokok sebagai Zat Adiktif
OPINI

Kasus SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak Dinilai Reaktif, Abaikan Fakta Hukum Rokok sebagai Zat Adiktif

...

Izin Usaha Pertambangan (IUP)
OPINI

Sagu Tumbang, Raja Ampat Dirajam Tambang! Begini Kondisi Miris Rakyat Papua

...

Kekayaan Tambang Indonesia
OPINI

Ini Baru Viral! Indonesia: Negara ‘Sultan’ Tambang, Tapi Kok Rakyatnya Masih Merana, Ada Apa Sebenarnya?

...

Sektor Pertanian
OPINI

Jangan Kaget Kalau Nanti Makan Nasi Bungkus Impor! Profesi ‘Hina’ Ini Penyelamat Ekonomi Indonesia

...

Mantan Koruptor Jadi Penasihat Presiden, Rakyat Bertanya: Ada Apa dengan Logika Negeri Ini?
OPINI

Mantan Koruptor Jadi Penasihat Presiden, Rakyat Bertanya: Ada Apa dengan Logika Negeri Ini?

...

Media Sosial Bukan Lagi "Sosial"? Ini Alasan Kenapa Kita Kini Hanya Jadi Penonton
OPINI

Media Sosial Bukan Lagi “Sosial”? Ini Alasan Kenapa Kita Kini Hanya Jadi Penonton

...

Lingkaran Kekuasaan dan Godaan Rupiah: Mengapa Pejabat Rawan Korupsi?
OPINI

Lingkaran Kekuasaan dan Godaan Rupiah: Mengapa Pejabat Rawan Korupsi?

...

PHK Massal
OPINI

Gelombang PHK Melanda Sektor Teknologi dan Industri Manufaktur

...

Riak LPG 3 Kg dan Tafsir 'Politik Kebijakan'
OPINI

Riak LPG 3 Kg dan Tafsir ‘Politik Kebijakan’

...

Kamera, Viral, Rumah Sakit dan Tenaga Medis
OPINI

Kamera, Viral, Rumah Sakit dan Tenaga Medis

...

Load More

POPULER

  • Jalan Tol Baru Banten

    Tol Baru Rp23 Triliun di Banten Segera Hubungkan 2 Provinsi, Perjalanan Langsung Ngebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pedagang di Taman Jajan BRIN/Puspiptek “Diusir Paksa” Penguasa Wilayah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas SDABMBK Tangerang Selatan Bangun Tandon Puri Bintaro Indah Untuk Atasi Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Isu Demo di DPRD Tangsel Senin 1 September, Sejumlah Sekolah Berlakukan PJJ

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spesifikasi dan Harga Nokia X60 Pro, dengan Kamera Setara DSLR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IndexPolitica Prediksi 9 Parpol Melenggang ke Senayan, PSI Bikin Kejutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenali Perubahan pada Kulit, Bisa Jadi Peringatan Awal Diabetes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Laman

  • Halo Banten
  • IKLAN
  • INDEKS
  • KONTAK
  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

Copyright ©2022 halobanten.com All Right Reserved

No Result
View All Result
  • HOME
  • PROVINSI BANTEN
  • TANGERANG RAYA
  • NASIONAL
  • BISNIS
  • RAGAM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • INDEKS

Copyright ©2022 halobanten.com All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In