NTB, HALOBANTEN.COM – Kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi alias Brigadir MN semakin memanas! Dua mantan perwira polisi, Kompol Y dan Ipda HC, yang merupakan atasan Nurhadi, akhirnya dijebloskan ke tahanan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penahanan ini dilakukan setelah berbulan-bulan jadi pertanyaan publik, mengingat keduanya sempat tak ditahan meski sudah jadi tersangka.
Drama Penahanan yang Bikin Geregetan
Polda NTB sempat menuai kritik pedas karena dinilai lamban menahan Kompol Y dan Ipda HC. Berbeda dengan tersangka M yang langsung digiring ke sel, duo perwira ini justru “diberi kelonggaran” dengan alasan kooperatif.
Namun, Kepala Subdit III Jatanras Reskrimum Polda NTB, AKBP Catur Erwin Setiawan, akhirnya mengonfirmasi bahwa keduanya kini resmi ditahan selama 20 hari pertama di Tahti Polda NTB, terhitung sejak Senin, 7 Juli 2025. “Sudah diperiksa, tes kesehatan, dan sehat, langsung kami tahan,” tegas Catur.
Terkuak! Pesta Liar dan Cinta Segitiga Berdarah?
Fakta mengejutkan terungkap! Brigadir Nurhadi ditemukan tak bernyawa di kolam villa usai pesta ‘gila-gilaan’ bersama Kompol I Made Yogi Purusa Utama (Kompol Y), Ipda Haris Chandra (Ipda HC), dan dua wanita panggilan. Salah satunya adalah Misri Puspita Sari (23), yang mengaku dibayar Rp10 juta oleh Kompol Y.
Pengacara Misri, Yan Mangandar Putra, membongkar detail mengerikan: Pesta itu melibatkan narkoba dan miras di dalam kolam! Nurhadi yang hanya berstatus sopir, disebut-sebut mencium mesra teman wanita Haris, Melanie Putri.
“Misri sempat melihat Nurhadi menciumi Melanie Putri di atas kolam. Misri menegur Nurhadi, ‘Jangan begitu, itu cewek abangmu’,” jelas Yan.
Misri bahkan sempat merekam Nurhadi berendam santai pada pukul 19.55 WITA, momen terakhir korban terlihat hidup. Setelah itu, Misri mengaku tak ingat apa-apa sampai Nurhadi ditemukan tewas dengan tulang lidah patah, diduga akibat cekikan!
‘Arwah’ Nurhadi Gentayangan, Ungkap Pembunuh?
Yang lebih bikin merinding, Misri Puspita Sari dikabarkan mengalami gangguan psikologis parah dan sering “kerasukan arwah Nurhadi” sejak ditetapkan sebagai tersangka!
“Arwah itu menyebut siapa pelaku dan cara dia dibunuh,” ungkap Yan. Saat dihipnosis, Misri bahkan menggambarkan ada sosok raksasa tanpa wajah yang melarangnya bicara. Mungkinkah ini petunjuk krusial dari dunia lain?
Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, membenarkan motif cemburu menjadi pemicu utama.
“Ada peristiwa almarhum mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka,” kata Syarif.
Hingga kini, polisi menduga kematian terjadi antara pukul 20.00-21.00 WITA. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: Siapa sebenarnya yang menghabisi nyawa Brigadir Nurhadi?
Akankah kasus ini segera menemui titik terang dan semua pelaku terungkap? Ikuti terus update-nya! (*/bbs)















