Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengajak masyarakat merayakan malam Natal dan tahun baru secara sederhana. Hal itu sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana alam dan cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Imbauan tersebut ia sampaikan kepada awak media, Rabu (24/12/2025).
Benyamin menyampaikan ajakan tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana perayaan pergantian tahun baru di wilayah Tangerang Selatan.
Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Menurut Benyamin, masyarakat perlu menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan, seperti pawai kendaraan bermotor dan penggunaan knalpot bising. Ia mengingatkan bahwa perayaan seharusnya berlangsung dengan suasana aman dan tertib.
Selain itu, Benyamin meminta warga tidak menyalakan petasan serta tidak menggelar arak-arakan atau pesta jalanan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menegaskan larangan konvoi kendaraan pada malam pergantian tahun baru demi menjaga ketertiban umum.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tetap dapat merayakan pergantian tahun dengan cara sederhana, tanpa kemeriahan berlebihan. Menurutnya, kondisi bencana nasional yang terjadi di sejumlah daerah serta cuaca ekstrem yang tidak menentu perlu menjadi perhatian bersama.
Benyamin juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan kepedulian nyata kepada para korban bencana melalui penghimpunan bantuan kemanusiaan. Melalui Baznas Tangerang Selatan, dana solidaritas berhasil terkumpul lebih dari Rp700 juta.
Dana tersebut berasal dari aparatur sipil negara serta masyarakat di luar ASN sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama warga bangsa yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut akan tersalurkan kepada wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Ia menegaskan kembali bahwa imbauan perayaan Natal dan tahun baru secara sederhana bertujuan menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah situasi sulit yang dialami sebagian masyarakat Indonesia.
(Alif/Jek/Red)















