Tangerang, HALOBANTEN.COM – Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Banten, memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan kembali normal setelah sempat mengalami gangguan akibat indikasi pencemaran pada aliran air baku, Senin (9/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, mengungkapkan gangguan bermula dari aliran air baku wilayah Cikokol, Kabupaten Tangerang, yang terindikasi tercemar. Tanda-tandanya berupa bau menyengat, adanya kandungan minyak, serta kematian ikan secara mendadak.
Informasi tersebut segera mendapat respons cepat dari jajaran Perumda Tirta Benteng dengan melakukan pemantauan intensif pada instalasi pengolahan air.
Sekitar pukul 22.30 WIB, indikasi serupa muncul pada aliran air yang masuk ke instalasi milik Perumda Tirta Benteng. Dugaan sementara, sumber pencemaran berasal dari polutan pestisida akibat kebakaran gudang kimia di wilayah Tangerang Selatan.
Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga mutu layanan, manajemen langsung menghentikan seluruh aliran air ke pelanggan. Tim teknis kemudian melakukan pengecekan rutin setiap 15 hingga 30 menit guna memastikan kondisi air baku terus terpantau.
Hasil pemantauan menunjukkan, memasuki pukul 00.00 WIB, air baku sudah tidak lagi menunjukkan tanda cemaran kimia maupun bau. Untuk menjamin keamanan, air yang sempat terpapar langsung dialirkan menuju laut, lalu instalasi kembali terisi air baku yang memenuhi standar kualitas.
Proses penyaluran kembali berlangsung bertahap mulai pukul 05.00 WIB melalui jaringan pipa utama. Tiga jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, air mulai mengalir ke rumah pelanggan di berbagai wilayah.
Sementara itu, pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung perlu menunggu tambahan waktu sekitar tiga hingga empat jam karena panjangnya jalur pipa.
Manajemen Perumda Tirta Benteng menegaskan seluruh air yang kini mengalir ke pelanggan telah melalui pengawasan ketat dan memenuhi standar baku mutu, baik secara fisika maupun kimia.
Pihak perusahaan juga mengajak masyarakat tetap tenang dan segera melapor apabila masih menemukan kendala distribusi atau gangguan kualitas air di lingkungan masing-masing.
(Jar Kasih)















