Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Fakta baru terungkap yang membuat Agus, pria di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, nekat menggali makam ibunya yang telah lama meninggal dunia. Warga RT.005/02 Kampung Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, gali makam sang ibu di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Tangsel lantaran sakit hati diusir paman dan menantangnya agar sekalian memindahkan makam sang ibu.
Sekretaris Lurah Muncul, Muhammad Ali mengungkap fakta tersebut kepada awak media, Senin (11/5/2026). Ali menjelaskan, masalah tersebut berawal dari konflik internal keluarga, yaitu ada ketersinggungan antara keponakan terhadap pamannya.
Selama ini, Agus tinggal di rumah pamannya, karena ia sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. Sang paman mengurus dan membesarkannya hingga sekarang.
Suatu hari, kata Ali, sang paman menegur Agus agar lakukan bersih-bersih kamar agar tidak berantakan dan kotor. Namun teguran itu ternyata malah membuatnya tersinggung. Agus pun memarahi sang paman dan bibinya. Dari situlah pertengkaran terjadi dan situasi kian memanas.
Emosi sang paman juga semakin tidak terkendali hingga keluar kata-kata tidak mengenakan pun keluar dari mulutnya.
“Ya udah kalau ga mau tinggal di sini angkat barang-barang lu semuanya, kalau perlu makam emak lu sekalian dah angkat,” kata Ali menirukan kata-kata pamannya Agus, kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Paman Rawat Agus Sejak Kecil
Sebenarnya, lanjut Ali, sang paman melontarkan kata-kata itu sebagai sindiran agar Agus menghormati dan menghargai jerih payah pamannya yang sudah merawat dan membesarkan Agus sejak kecil hingga sekarang. Tapi Agus justru meresponnya lain.
Kata-kata tersebut justru memicu kemarahan Agus hingga nekat gali makam ibunya di TPBU Sengkol Tangsel untuk ia pindahkan ke tempat lain.
Sebelumnya, seorang pria bernama Agus nekat menggali makam ibu kandungnya di TPBU Sengkol, Jumat (8/5) malam. Ia lakukan aksi tidak wajar itu lantaran sakit hati karena masalah internal keluarga.
Peristiwa itu terjadi selepas Magrib sekitar pukul 19.00 WIB. Agus menggali makam seorang diri menggunakan alat sederhana. Warga bersama pihak keluarga kemudian datang ke lokasi usai mengetahui tindakan tersebut dan segera menghentikan aktivitas pelaku.
(JAR)















