Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Seorang pria yang menggali makam ibu kandungnya di Tempat Pemakaman Bukan Umum TPBU Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten pada Jumat malam, (8/5/2026), menghilang.
Warga dan pihak keluarga sudah tidak pernah melihat pria berinisial A tersebut sejak ia pergi meninggalkan pemakaman. Polisi kini tengah mencari keberadaannya.
Aparat Polsek Cisauk juga telah mendatangi TPBU Sengkol untuk lakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menyebut aksi tersebut dipicu persoalan keluarga.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, menjelaskan pria berinisial A tersebut emosi setelah keinginannya menitipkan anak kepada saudaranya mendapat penolakan.
“Informasinya, pelaku ingin menitipkan anak kepada saudaranya, namun saudaranya menolak permintaan itu,” ujar Dhady saat memberikan keterangan, Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu, makam yang menjadi sasaran penggalian merupakan pusara ibu kandung pelaku yang telah meninggal sekitar 30 tahun lalu.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap ketika seorang warga melintas di area pemakaman dan melihat pelaku tengah menggali tanah makam. Warga kemudian memanggil pengurus lingkungan serta pihak keluarga untuk menghentikan tindakan itu.
Meski sempat mendapat teguran dari ketua RW setempat, pelaku tetap melanjutkan aksinya selama beberapa waktu.
“Pengurus lingkungan bersama warga sudah meminta agar pelaku menghentikan penggalian makam,” kata Dhady.
Menurut keterangan polisi, liang makam sempat tergali hingga kedalaman sekitar 50 sentimeter. Setelah terjadi perdebatan cukup panjang dengan warga dan keluarga, pelaku akhirnya menghentikan aksinya lalu meninggalkan lokasi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mencari keberadaan Agus guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
(JAR)















