Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, menghadirkan inovasi layanan digital terpadu bernama Tangsel One sebagai langkah strategis mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa kehadiran platform ini bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan perubahan cara pemerintah melayani masyarakat secara lebih cepat, sederhana, dan adaptif terhadap era digital.
“Pelayanan publik harus bergerak mengikuti kebutuhan zaman. Pemerintah hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara digital yang mudah dijangkau masyarakat kapan pun,” ujarnya.
Melalui Tangsel One, Pemerintah Kota Tangsel menyatukan lebih dari 440 kanal layanan digital yang sebelumnya tersebar di berbagai perangkat daerah.
Selama ini, masyarakat harus mengakses banyak situs dan aplikasi berbeda untuk layanan administrasi, informasi, hingga pengaduan. Kini, seluruh akses tersebut terpusat dalam satu sistem terpadu.
Melalui satu pintu layanan, warga dapat Mengakses informasi publik, menyampaikan aspirasi dan pengaduan, mengurus layanan perizinan, mendapatkan layanan administrasi secara digital. Pendekatan ini juga mempercepat proses birokrasi sekaligus mengurangi hambatan akses layanan.
Helita, Asisten Digital Berbasis Kecerdasan Buatan
Sebagai bagian dari ekosistem Tangsel One, pemerintah memperkenalkan Helita (Halo Kita Tangsel), asisten digital berbasis percakapan yang mengandalkan teknologi Artificial Intelligence.
Helita memungkinkan warga berinteraksi langsung melalui pesan instan, termasuk WhatsApp, tanpa perlu membuka banyak aplikasi atau situs layanan.
Fitur ini membantu masyarakat untuk mencari informasi layanan, mengurus dokumen administrasi, mengajukan pengaduan dan mendapatkan arahan layanan secara otomatis
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menegaskan bahwa konsep ini lahir dari kebutuhan efisiensi layanan publik.
“Masyarakat cukup melakukan percakapan singkat. Sistem akan mengarahkan ke layanan yang tepat tanpa proses rumit,” ujarnya.
Pemkot Tangsel memastikan sistem Tangsel One mengedepankan perlindungan data masyarakat melalui teknologi enkripsi berlapis.
Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk memperkuat sistem keamanan digital, termasuk deteksi potensi serangan siber dan perlindungan data pribadi warga.
Langkah ini memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan digital yang terus berkembang.
Menuju Smart City Yang Terintegrasi
Kehadiran Tangsel One menandai arah baru pembangunan kota berbasis teknologi. Pemerintah Kota Tangsel mendorong konsep smart city yang mengintegrasikan layanan, data, dan komunikasi publik dalam satu ekosistem digital.
Selain itu, sistem ini tetap mengedepankan layanan langsung (omni channel) bagi masyarakat yang belum sepenuhnya mengakses teknologi digital.
Pemkot Tangsel menegaskan bahwa Tangsel One bukan proyek jangka pendek, melainkan fondasi ekosistem digital jangka panjang yang akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan inovasi ini, Tangsel memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong transformasi layanan publik modern, efisien, dan berbasis teknologi.
Tangsel One menjadi simbol baru pelayanan publik: satu sistem, satu akses, dan satu tujuan — menghadirkan kemudahan bagi seluruh warga Kota Tangerang Selatan.
(ADV)















