News » TANGERANG RAYA » Pos Gizi Tangerang Selatan Perkuat Pencegahan Stunting, Pilar: SDM Unggul Harus Dimulai Sejak Dini

Pos Gizi Tangerang Selatan Perkuat Pencegahan Stunting, Pilar: SDM Unggul Harus Dimulai Sejak Dini

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pos gizi Tangerang Selatan hadir untuk memperkuat pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga balita. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan meresmikan pos gizi baru di RW 07, Kelurahan Baktijaya, Setu.

Pilar mengatakan pos gizi menjadi sarana edukasi promotif dan preventif bagi ibu hamil serta menyusui.

Selain itu, pos tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi balita melalui program makanan tambahan.

BACA JUGA

“Kami memberikan bantuan makanan tambahan untuk balita, ibu hamil, dan menyusui yang membutuhkan,” kata Pilar.

Intervensi Gizi Menyasar Balita dan Ibu

Pilar menyebut Tangerang Selatan saat ini mencatat sekitar 879 kasus stunting.

Menurutnya, angka tersebut masih berada di bawah satu persen dari populasi sasaran.

Namun, pemerintah tetap melakukan intervensi agar jumlah anak dengan stunting terus menurun.

Pemerintah menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya tersebut, termasuk pengetahuan masyarakat mengenai kebutuhan makanan bergizi.

Selain itu, faktor ekonomi juga memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Karena itu, Pemkot Tangerang Selatan memberikan makanan tambahan bergizi kepada kelompok sasaran.

Pilar juga meminta Dinas Kesehatan dan kecamatan terus menganggarkan program makanan tambahan.

Program tersebut memberikan makanan tambahan sebanyak lima kali dalam satu bulan.

“Angka partisipasinya cukup besar. Masyarakat sangat merespons program makanan tambahan ini,” ujarnya.

Menurut Pilar, program tersebut menunjukkan hasil positif pada peningkatan berat badan anak.

Sementara itu, intervensi bagi ibu hamil juga menunjukkan capaian sesuai target.

Seribu Hari Pertama Jadi Masa Kritis

Pilar menjelaskan setiap anak membutuhkan penanganan berbeda sesuai kondisi gizi dan pertumbuhannya.

Proses pemulihan bisa berlangsung mingguan, bulanan, bahkan tahunan.

Karena itu, posyandu berperan penting dalam memantau berat badan dan pertumbuhan anak secara berkala.

Pemerintah juga memprioritaskan intervensi selama seribu hari pertama kehidupan.

Masa tersebut berlangsung sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pilar menyebut periode tersebut menjadi masa penting bagi perkembangan anak dan risiko stunting.

Pos gizi juga melibatkan tim gizi dari Dinas Kesehatan untuk menentukan menu sesuai kebutuhan.

Khusus Baktijaya, terdapat 38 sasaran yang mengikuti program tersebut.

Pilar berharap kualitas makanan terus terjaga sehingga program memberikan manfaat maksimal bagi anak.

“Kualitas makanan yang diberikan adalah yang utama supaya anak ini hasilnya baik,” ujar Pilar.

Ia juga meminta masyarakat menyampaikan kebutuhan dan evaluasi selama program berjalan.

Menurut Pilar, pembangunan kota membutuhkan sumber daya manusia unggul secara fisik dan mental.

Karena itu, pencegahan stunting menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.

(LIF)

BERITA LAINNYA