“Apa yang kita dapatkan secara tidak langsung, kualitas air kita berubah total, tidak hanya menghisap karbon, tapi juga memperbaiki kualitas air,” terang Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
Zaki membeberkan bahwa pada periode 1990-2000-an mayoritas masyarakat di pesisir utara Kabupaten Tangerang memiliki tambak udang dan bandeng, namun hal itu berubah karena air sungai tercemar. Dengan adanya mangrove, kualitas air pun berubah menjadi lebih baik.
“Jadi banyak tambak bandeng 90-an sampai 2000, bukan orang aja, bandeng pun stunting karena tingkat polusi di air laut kita. Kualitas air menjadi baik dengan mangrove ini, kita sadar setelah kita buat tambak. Sudah bisa produktif, tidak stunting lagi,” tambahnya.
Selain itu, konsep di Desa Ketapang ini memiliki nilai ekonomis, mulai dari green economy dan blue economy. “Kita lengkapi dengan UMKM, koperasi, pipa komunal, ada coffee shop, restoran dan rumah makan. Jadi dari hanya yang bergantung ke nelayan, kita jadi punya opsi lain,” pungkasnya. (Jek)















