“Kami melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, dan Kemenag untuk memastikan program ini berjalan lancar,” ujar Allin.
Dinkes Tangsel secara rutin memantau efektivitas program TTD dengan melakukan skrining anemia dan penanganan kasus anemia pada remaja.
Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Dinkes Tangsel juga membentuk duta pencegahan anemia bernama Doremi Fasollasido.
Program TTD di Tangsel ditargetkan untuk mencapai cakupan 95% remaja putri dan ibu hamil hingga tahun 2029.
Masyarakat diimbau untuk mendukung program ini dengan rutin mengonsumsi TTD, mengadopsi pola makan sehat, dan rajin berolahraga. (Jarkasih)















