Tangerang, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten mendorong percepatan realisasi proyek Mass Rapid Transit (MRT) koridor Cikarang–Balaraja sebagai solusi kemacetan dan peningkatan mobilitas di kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyatakan proyek jalur timur–barat yang menghubungkan Balaraja hingga Cikarang menjadi kebutuhan mendesak seiring pertumbuhan kawasan. Selain itu, proyek tersebut dinilai mampu memangkas waktu tempuh warga lintas wilayah.
Kesepakatan awal antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkab Tangerang telah tercapai melalui penandatanganan nota kesepahaman. Saat ini, masing-masing konsultan tengah menyiapkan perencanaan teknis sebagai tahap lanjutan.
Lebih lanjut, pemerintah daerah membuka peluang pembiayaan dari pemerintah pusat serta kolaborasi dengan pihak terkait. Ketersediaan lahan milik pengembang pada sejumlah titik juga disebut mempercepat proses pengembangan jalur.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy menegaskan upaya advokasi terus berjalan agar proyek tersebut masuk dalam prioritas pembangunan nasional. Jika pelaksanaan berlangsung bertahap, jalur Balaraja–Semanan diusulkan sebagai fase awal.
Di sisi lain, Pemkab Tangerang turut mengajukan rencana jalur baru yang menghubungkan Lebak Bulus–BSD–Lippo Karawaci–Citra Raya. Rencana ini diharapkan mengurangi dominasi kendaraan pribadi.
Meski begitu, kajian teknis terkait trase dan titik stasiun masih menunggu studi kelayakan lebih lanjut. Fokus pemerintah daerah saat ini mengarah pada percepatan dukungan pusat agar proyek segera terealisasi.
(JAR)















