HALOBANTEN, – Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami suhu udara yang cukup tinggi, bahkan melebihi 35 derajat Celcius dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa kondisi panas ini terjadi bersamaan dengan peralihan musim dari hujan ke kemarau yang sedang berlangsung secara bertahap di berbagai daerah.
Data BMKG menunjukkan suhu maksimum tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Juanda, Jawa Timur (37,9 derajat Celcius), Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Papua Selatan (37 derajat Celcius), dan Balai Besar MKG Wilayah II Tangerang Selatan (35,4 derajat Celcius).
Menurut BMKG, awal musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan berlangsung secara bertahap mulai April hingga Juni. Wilayah yang telah memasuki musim kemarau pada April meliputi sebagian Lampung timur, pesisir utara Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, sebagian kecil Sumatera, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Bali, serta Papua bagian selatan diprediksi akan memasuki musim kemarau pada Mei. Menyusul pada Juni, sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, serta sebagian kecil wilayah Sulawesi dan Papua diperkirakan akan mengalami awal musim kemarau.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa pancaroba, yang ditandai dengan cuaca panas terik di siang hari dan potensi hujan lebat pada sore hingga malam hari.
Kombinasi antara radiasi matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup tinggi menyebabkan masyarakat perlu mewaspadai potensi suhu udara yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, serta kemungkinan terjadinya cuaca signifikan pada sore hingga malam hari. (*/bbs)















