dan fasilitas pendukung lainnya.
Menurut Pramono, koridor baru tersebut memberi alternatif perjalanan yang lebih nyaman. Selain itu, layanan tersebut membantu mengurangi kemacetan dari wilayah utara menuju pusat Jakarta.
Koridor itu bertahap melayani sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang setiap hari. Adapun setiap rangkaian kereta mampu mengangkut hingga 275 penumpang.
Pemprov Siapkan Perpanjangan Jalur ke Dukuh Atas
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan perpanjangan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Rencana pembangunan mulai berjalan pada awal 2027 dan selesai pada 2028.
Selain itu, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp2,7 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta. Pemprov juga membuka peluang pembiayaan kreatif melalui hak penamaan atau naming rights stasiun.
Selanjutnya, pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) melibatkan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, PT Jakpro, dan PT LRT Jakarta.
“Tiketnya tentu harus tetap terjangkau oleh masyarakat. Tarif akan dikelola secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan keberlanjutan layanan,” kata Pramono.
Ia menambahkan, jalur menuju Dukuh Atas akan memperkuat integrasi dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh. Karena itu, jaringan transportasi publik Jakarta akan semakin terhubung dan mempermudah mobilitas masyarakat.
(SUR/MAD)




















