Jakarta, HALOBANTEN.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kegembiraannya atas sambutan luar biasa masyarakat terhadap dibukanya lima taman di Jakarta selama 24 jam penuh.
Menurut Pramono, taman-taman seperti Lapangan Banteng, Literasi, Menteng, dan Ayodhya ramai dikunjungi warga dan mendapat respons positif.
“Yang saya dapatkan selama saya membuka (Taman Lapangan) Banteng, Literasi, kemudian Menteng, yang saya sudah lihat, Ayodhya, semuanya mendapatkan respon publik yang luar biasa,” ujar Pramono di Kebon Melati, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025). Ia menduga wajar jika ada pro dan kontra terkait kebijakan ini.
Pramono mencontohkan Lapangan Banteng yang kini terang benderang di malam hari. “Lari juga malam hari di Lapangan Banteng pasti terkejut karena lapangannya bagus banget, lightingnya bagus banget dan disitulah saya merasa bahwa apa yang saya putuskan itu baik,” tambahnya.
Tak hanya itu, Taman Literasi di Blok M juga disebutnya membawa dampak positif, dengan semakin banyaknya pengunjung di kawasan tersebut. Pramono yakin pembukaan rute transportasi baru akan semakin meningkatkan animo masyarakat.
Namun, di tengah euforia ini, suara netizen justru terpecah. Alih-alih fokus pada taman, beberapa warganet malah mengaitkan kebijakan ini dengan isu tawuran.
“Cara memusnahkan tawuran itu gampang yaitu beri kenyang bapak emaknya, beri anak muda tersebut kegiatan,” komentar seorang netizen. Lainnya menambahkan, “Tawuran itu terjadi karena orang tuanya gak bisa didik anaknya mereka sibuk kerja untuk biaya hidup sementara anaknya di biarkan begitu saja tanpa kegiatan positif.”
Ada pula yang menyindir, “Daripada bengang bengong mending cari kegiatan yaitu tawuran.” Sementara itu, netizen lain berpendapat, “Tawuran itu adalah masalah moralitas. Etika. Saling menghormati. Bukan masalah hiburan/taman.”
Bahkan, ada yang membandingkan dengan kebijakan di daerah lain: “Pak gubernur ini, tidak paham karakter pelajar. Cocok itu seperti di buat oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedy, karena tawuran anak-anak bukan lagi kenakalan, karena sudah mau membunuh, bawa senjata segala. Bila perlu wajib militer!”
Tampaknya, di balik pujian atas inovasi taman 24 jam, tantangan sosial seperti tawuran masih menjadi pekerjaan rumah besar yang dinanti solusinya oleh masyarakat. (*/bbs)















