”Kita tujuannya volunteering untuk memajukan kecerdasan artifisial di Indonesia, salah satunya sekarang kami datang untuk membantu di Indonesia mengembangkan sistem kesehatan yang lebih memakai kecerdasan artifisial. Yaitu, prediktif untuk operasionalnya lebih teliti karena perubahan iklim itu membuat tidak pasti, jadi sekarang kesulitannya jauh lebih tinggi daripada normal jadi kita pakai kecerdasan artifisial,”ujarnya.
Sambung Indra, bahwa perubahan iklim itu semua penyakit yang bahkan yang pernah ada dan yang belum pernah ada pun jika teorinya perubahan iklim membuat es mencair. Selain es mencair perubahan virus yang ada di dalam es yang sudah zaman lalu bisa beredar di semua tempat, karena es mencair.
”Itu selain karena perubahan cuaca membuat seperti siklus malaria dan lainnya tidak pasti, kita bisa hujan dan panas kapan saja, sekarang suhu tidak tentu itu membuat penyakit itu menjadi tidak bisa diduga sama sekali kedatangannya. Kita ingin mudah-mudahan dengan membuat sistem yang lebih bagus kita bisa memprediksi lebih tepat kira-kira begitu,”jelasnya.
Reporter: MG1
Editor: Jek Jarkasih















