Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten, terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi stunting, wasting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Hal ini dibuktikan dengan berbagai upaya yang dilakukan, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peran kader Posyandu.
Pada tahun 2023, Tangsel berhasil menurunkan angka stunting dari 19,9 % menjadi 9 %.
Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk kader Posyandu.
Di tahun 2024 ini, Pemkot Tangsel menargetkan angka stunting kembali menurun. Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya adalah dengan meningkatkan kompetensi kader Posyandu.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan bahwasanya pemerintah memiliki target 2045 merupakan Indonesia Emas.
Dia berharap generasi Indonesia yang akan datang menjadi generasi yang baik dalam hal apapun.
Dia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Indonesia Emas adalah anak bangsa Indonesia dalam keadaan yang baik kesehatannya, pertumbuhan fisiknya, pertumbuhan otaknya, ekonominya, sosialnya, budayanya, lingkungannya dan lain sebagainya.
Tak terkecuali di Tangerang Selatan. Benyamin tidak ingin jika generasi muda Tangsel menjadi anak yang bodoh, penyakitan dan tidak sekolah.
Oleh karena itu, dia meminta para kader Posyandu untuk mempersiapkan pendidikan dan lain sebagainya mulai dari saat ini.
Itulah pentingnya secara keseluruhan optimalisasi pemanfaatan kesehatan tradisional, baik untuk mencegah Stunting.
Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu

Dinas Kesehatan Tangsel menyelenggarakan kegiatan “Implementasi Pencegahan Stunting, Peningkatan 25 Kompetensi Dasar Kader dan Kunjungan Rumah Tahun 2024”.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi kader Posyandu dan meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Kader Posyandu dilatih 25 kompetensi dasar yang mencakup semua siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, dewasa dan lanjut usia, serta dasar pengelolaan posyandu.
Peningkatan kompetensi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam meningkatkan cakupan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan primer di Indonesia.
Dia berharap dengan adanya peningkatan kompetensi dan semangat yang tinggi dari kader Posyandu, masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan yang lebih baik dan hidup dalam kondisi yang sehat.
Kegiatan ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.
“Implementasi Cegah Stunting, Peningkatan 25 Kompetensi Dasar Kader dan Kunjungan Rumah Tahun 2024” ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Tangerang Selatan.
Dengan kepemimpinan yang progresif dan kolaborasi yang kuat antara dinas kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang sehat dan berkualitas bagi seluruh warga.
Dalam era transformasi kesehatan saat ini, pelaksanaan Posyandu telah mengalami perubahan signifikan.
Kader Posyandu tidak hanya dilatih, tetapi juga diberikan peningkatan 25 kompetensi dasar yang mencakup semua siklus kehidupan.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kader Posyandu memiliki keterampilan yang diperlukan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
Terdapat tiga tingkatan kader, yaitu Purwa, Madya, dan Utama, yang mencerminkan tingkat kecakapan yang dimiliki oleh kader Posyandu. Hal ini sebagai bentuk penghargaan terhadap kemampuan dan dedikasi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (ADV)















