membuat orang tua memilih sekolah reguler tanpa mempertimbangkan kebutuhan khusus anak.
Situasi tersebut kerap memicu ketidakpuasan karena perkembangan belajar anak tidak sesuai harapan. Akibatnya, sekolah menerima keluhan dari orang tua setelah proses pembelajaran berlangsung.
Deden menilai edukasi kepada orang tua menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah tersebut. Ia juga menekankan perlunya kesamaan pemahaman mengenai batas layanan sekolah inklusif dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Pemerintah berharap sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dapat memperkuat layanan pendidikan inklusif di Tangerang Selatan. Upaya itu sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih tepat bagi setiap anak sesuai kebutuhannya.
(LIF)

















