Serang, HALOBANTEN.COM- Pengusaha Hotel dan Restoran di Kabupaten Serang mengaku merugi akibat beredarnya informasi hoax seputar bencana alam.
Kabar bohong yang beredar di media sosial (Medsos) terkait akan adanya gelombang besar di perairan Selat Sunda membuat banyak wisatawan yang membatalkan boking hotel.
Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Yurlena Rachman mengungkapkan berbagai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan beredar di Medsos saat libur Nataru.
Hal itu sangat merugikan pengusaha hotel dan restoran.
Banyak berita-berita yang tidak menguntungkan untuk tempat wisata Pantai Anyar dan Cinangka.
Terutama soal informasi akan terjadi gelombang tinggi dan lain-lain.
”Bahkan beberapa berita tersebut menggunakan data lama yang tidak relevan lagi sehingga membuat okupansi sangat turun,” keluh Yurlena melalui keterangan tertulisnya yang di siarkan Diskominfosatik Kabupaten Serang pada Selasa (3/1/2023).
Akibat informasi tersebut, khusus untuk wilayah Anyar dan Cinangka, kunjungan wisatawan okupansi tidak terlalu bagus.
PHRI Dan Pemkab Serang Sinergi Tangkal Kabar Hoax
Beredarnya berbagai informasi negatif seputar kondisi tempat wisata yang merugikan pengusaha hotel dan restoran, membuat PHRI lakukan evaluasi.















