Dia pun menjelaskan alasan mengidolakan mantan Direktur Lembaga Metalurgi Nasional / Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Metalurgi – LIPI tersebut.
Djoewito Atmowidjojo ini di dalam kehidupannya ada memberkati orang lain. Sehingga orang lain bisa melihat kehidupan Djoewito. “Nah ini idola yang harus kita ikuti,” kata Ronald.

“Pak Djoewito ini tidak pernah berhenti untuk bekerja. Bahkan di usianya yang kini menginjak 87 tahun saja beliau masih semangat bekerja,” jelas pria yang telah pensiun pada 2018 silam ini.
Kegiatan temu kangen ini tidak hanya sekedar menjadi ajang reuni, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat jaringan profesional diantara mereka.
Melalui acara ini, diharapkan hubungan baik yang sudah terjalin dapat terus berlanjut.
Acara ditutup dengan berdoa bersama dan foto bersama sebagai kenang-kenangan serta harapan agar kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan di masa mendatang.
Di akhir acara, Djoewito Atmowidjojo menunjukkan kompor berbahan bakar kayu hasil karyanya setelah pensiun.
Sebagai informasi, Pusat Penelitian (Puslit) Metalurgi merupakan salah satu satuan kerja dibawah LIPI yang fokus terhadap penelitian dan pengembangan ilmu metalurgi dan material.
Hal tersebut disokong oleh SDM yang terdiri dari peneliti dan staf yang profesional dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Alif)















