Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Seorang remaja yang tewas saat terjadi aksi tawuran diduga antar gangster di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, beberapa hari lalu berinisial MAY (14).
Korban yang masih duduk di bangku SMPN 15 Tangsel ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.
“Terjadi tindak pidana pengeroyokan dan/atau pembunuhan dan/atau penyalahgunaan senjata tajam (tawuran) yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama MAY,” ungkap Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil, pada Sabtu (25/5/2024).
Agil menyatakan bahwa bentrokan antara kedua kelompok tersebut telah direncanakan sebelumnya. Para pelaku diketahui berkomunikasi melalui media sosial.
Pertikaian dua kelompok ini bermula ketika kelompok Enjoy Ponser 131 (kelompok pelaku) dan kelompok Gubuk Reyot (kelompok korban) menjanjikan pertemuan untuk tawuran di Bunderan Living World melalui media sosial.
Saat terjadinya bentrokan, MAY mengalami luka-luka akibat senjata tajam. “Namun, saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ashobirin, korban menghembuskan napas terakhirnya,” jelas Agil.
Dia menegaskan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini yang menyebabkan satu orang tewas. Saat ini, seorang tersangka dengan inisial A telah diamankan.
“Kami berhasil menangkap seorang tersangka laki-laki dengan inisial A. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini,” tutup Agil.
Tersangka A ini diduga menjadi penyebab korban MAY tewas dalam kasus tawuran dan pengeroyokan tersebut.
Peristiwa bentrokan dua kelompok ini terjadi pada Kamis (23/5/2024), sekitar pukul 3.30 WIB, dalam bentrokan antara geng Enjoy Ponser 131 dan Gubuk Reyot.
Tersangka A merupakan bagian dari kelompok Enjoy Ponser 131, sedangkan korban adalah anggota kelompok Gubuk Reyot.
Pihak kepolisian masih memburu pelaku tawuran lain yang terlibat dalam kematian MAY.
Korban MAY, yang merupakan warga Jalan Gempol Raya, Pinang, Kota Tangerang, mengalami luka tusukan di bagian dada.
Ia menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ashobirin Serpong Utara.
Seperti telah diberitakan, tawuran diduga antar gengster terjadi di Jalan Sutera Utama, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (23/5/2024) dini hari. Seorang remaja dinyatakan tewas dalam aksi tawuran tersebut.
Salah seorang saksi mata, yang merupakan anggota Hansip Marga Jaya, Nurahim alias Terong mengatakan, saat terjadinya tawuran tersebut dirinya terkejut akan suara petasan sebanyak 4 kali di Jalan Sutera Utama.
Tak berselang lama, ada dua motor dengan berbonceng lima orang ingin masuk ke Kampung Marga Jaya, Pakulonan.
“Saya kebetulan pas peristiwa terjadi itu sedang jaga di kampung. Ada dua pemotor dengan lima orang pengen masuk ke kampung kita, saya tolak,” ujarnya, Jumat (24/5/2024).
Kemudian, pemotor tersebut pergi, dan tak berselang lama datang kembali dengan membawa teman-temannya sebanyak 8 motor.
Menurutnya, 8 motor tersebut ada yang berisi dua orang ada juga yang berisi tiga orang.
“Saya kaget, mereka (para pelaku,Red) datang lagi ke Marga Jaya dengan banyak orang. Mereka bawa senjata tajam juga mirip kelewang dan celurit,” jelasnya.
Menurut Terong, diantara kelompok tersebut ada korban yang sudah berceceran darah dan sudah tidak sadarkan diri.
“Itu diantara mereka ada yang berceceran darah dan sudah gak sadar dia walaupun ditampar-tampar sama temennya supaya sadar,” jelasnya.
“Terus saya bilang, bukannya langsung dibawa ke rumah sakit, malah kesini. Saya usir, dan suruh tinggalin sajam nya,” tambahnya.
Korban tewas merupakan siswa dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Tangsel.
Hal itu dibenarkan Kepala SMPN 15 Kota Tangsel, Mamat Rahmat saat dikonfirmasi oleh wartawan, Jumat (24/5/2024).
Mamat menjelaskan, siswa tersebut merupakan warga Kunciran. “(Korban, red) kelas 8,” jawabnya singkat. (Red)























