“Saya kaget, mereka (para pelaku,Red) datang lagi ke Marga Jaya dengan banyak orang. Mereka bawa senjata tajam juga mirip kelewang dan celurit,” jelasnya.
Menurut Terong, diantara kelompok tersebut ada korban yang sudah berceceran darah dan sudah tidak sadarkan diri.
“Itu diantara mereka ada yang berceceran darah dan sudah gak sadar dia walaupun ditampar-tampar sama temennya supaya sadar,” jelasnya.
“Terus saya bilang, bukannya langsung dibawa ke rumah sakit, malah kesini. Saya usir, dan suruh tinggalin sajam nya,” tambahnya.
Korban tewas merupakan siswa dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Tangsel.
Hal itu dibenarkan Kepala SMPN 15 Kota Tangsel, Mamat Rahmat saat dikonfirmasi oleh wartawan, Jumat (24/5/2024).
Mamat menjelaskan, siswa tersebut merupakan warga Kunciran. “(Korban, red) kelas 8,” jawabnya singkat. (Red)















