Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Program Tangsel Terang telah menelan korban jiwa. Raskha DP (11) meninggal dunia akibat tersengat listrik saat tubuhnya menyentuh tiang PJU Tangsel Terang. Peristiwa ini terjadi di Kampung Koceak RT.02/01 Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2026) petang. Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul menilai ada yang janggal dengan kematian korban dan mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Menurut Adib, berdasarkan pemberitaan di media dan informasi dari masyarakat setempat, warga yang tersengat listrik pada tiang PJU Tangsel terang ini bukan hanya satu orang tapi lebih. Insiden ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Dan yang paling fatal yakni menimpa seorang anak sekolah yang baru berusia belasan tahun hingga meregang nyawa pada Rabu (6/5/2026) lalu.
“Lalu selama ini pihak Dishub Tangsel kemana saja? Padahal warga sudah melapor sejak lama tapi tidak ada tindaklanjutnya. Setelah ada korban jiwa baru pada gercep (gerak cepat,Red) benerin PJU,” kata Adib kepada HALOBANTEN.COM, Kamis (7/5/2026).
Melihat kasus tiang PJU Tangsel Terang yang mengandung aliran listrik sudah berlangsung cukup lama itu menunjukkan bahwa ada dugaan unsur kelalaian dari pihak Dishub selaku penanggung jawab. Oleh karena itu, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini dan lakukan proses hukum karena ada dugaan kelalaian.
“Itu sudah ada korbannya, jadi polisi harus usut tuntas dan proses hukum harus jalan,” desak Adib.
Atas masalah yang sudah terjadi, polisi tidak usah menunggu lagi laporan dari warga. Tetapi lebih bagusnya adalah polisi proaktif karena ini harus berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Walikota Diminta Copot Kepala Dishub Tangsel
Adib juga mempertanyakan koordinasi antara pihak Dishub Tangsel dengan PLN terkait tindaklanjut laporan warga beberapa waktu lalu soal adanya tiang PJU Tangsel Terang yang mengandung aliran listrik ini.
“Warga sudah benar melapor sejak lama, pertanyaannya tindaklanjutnya mana?” tegas dia.
Ia juga mendorong Wali Kota Tangsel agar mencopot kepala Dishub Tangsel. Ia menilai Kadishub saat ini tidak becus kerja. Tak hanya itu, ia juga meminta Pemkot lakukan audit secara menyeluruh, bukan hanya Dishub tapi juga dinas lainnya yang tidak bisa kerja. Jika perlu Dishub lebur ke dinas lain.
“Kalau begini dibiarkan terus, besok yang mati warga Tangsel jadi malah tambah banyak,” pungkasnya.
Polisi Tak Pasang Police Line
Sementara itu, pantauan wartawan, Kamis (7/5/2026), sejumlah aparat kepolisian datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun mereka hanya melihat dan memeriksa lokasi saja serta meminta keterangan dari warga dan teman-teman korban yang masih berusia di bawah umur. Namun polisi tidak memasang garis polisi di lokasi kejadian. 
Kapolsek Cisauk Polres Tangerang Selatan AKP Dhady Arsya, mengungkapkan, ada dugaan korban Raskha tersengat aliran listrik saat hendak mengambil layangan yang tersangkut di area tiang PJU. Korban meninggal dunia setelah memegang tiang PJU Tangsel Terang ketika mencoba mengambil layangan yang tersangkut.
Warga dan teman-teman korban sempat memberikan pertolongan sebelum akhirnya warga membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun nyawa korban tidak tertolong.
“Kami sudah melakukan pengecekan lokasi serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di sekitar TKP,” jelas Dhady.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama anak-anak yang bermain di sekitar fasilitas umum maupun instalasi listrik.
Ubah Skema, Kini Fokus ke Pemeliharaan dan Pengecekan Berkala
Sementara, dalam keterangannya, Kabid PJU Dishub Tangsel, Eka menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Rashka DP. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan yang luar biasa,” tutur Eka.
Mengenai insiden Tiang PJU, ia mengataka bahwa pihaknya telah menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pemutusan aliran listrik dan perbaikan pada titik tersebut guna memastikan keamanan warga di sekitar lokasi. “Kami pastikan area tersebut saat ini sudah dalam kondisi aman dari risiko arus bocor,” kata Eka.
Pihaknya tengah melakukan pengecekan untuk mencari penyebab pasti terjadinya arus bocor pada tiang PJU tersebut, apakah penyebabnya karena faktor cuaca ekstrem, usia kabel, atau adanya kerusakan teknis lainnya
“Kami juga telah mengunjungi keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab moral kami,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa Program Tangsel Terang yang telah berjalan secara masif sejak tahun 2022 bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga Tangsel di malam hari. Namun, musibah ini menjadi pengingat keras bahwa aspek keselamatan harus berada di atas segalanya. Tidak ada kompromi untuk nyawa warga.
Jika sebelumnya fokus pada percepatan pembangunan PJU, maka fokus berikutnya pada pemeliharaan dan pengecekan berkala. “Kami akan menyusun jadwal rutin untuk memastikan seluruh infrastruktur Tangsel Terang tetap dalam kondisi laik fungsi dan aman dari kebocoran arus listrik,” jelas Eka.
Ia mengajak warga untuk turut mengawasi. Jika melihat tiang PJU yang miring, kabel yang terkelupas atau lainnya, agar segera melapor melalui kanal pelaporan pemerintah kota Tangsel.
(JAR)















