JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Pengamat politik, Rocky Gerung, menyoroti program mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melibatkan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer. Gerung berpendapat bahwa individu yang lebih tepat untuk menjalani pembinaan di lingkungan militer adalah preman, bukan siswa yang melakukan kenakalan.
Pendapat Gerung ini tampaknya mendapat respons dari Dedi Mulyadi. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi menyinggung isu premanisme yang meresahkan. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden terpilih, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi terhadap program-program yang telah dijalankan di Jawa Barat.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo Subianto atas ketegasannya dalam memberantas premanisme, khususnya preman yang seringkali mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas).
Menurut Dedi, dukungan penuh dari Prabowo Subianto dan pemerintah akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Jawa Barat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, para pengusaha yang berinvestasi di wilayah tersebut merasa terganggu oleh kehadiran preman yang mengatasnamakan ormas.
Gangguan yang mereka alami seringkali tidak dilaporkan secara terbuka karena rasa takut terhadap ancaman dari kelompok preman tersebut. Kondisi yang “mencekam” ini menyebabkan banyak pengusaha enggan menanamkan modal di Jawa Barat, bahkan beberapa di antaranya memilih untuk menarik investasi mereka. (*/bbs)















