Lebih lanjut, Raymond menambahkan bahwa warga bersedia menerima kenaikan tarif IPL jika dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan.
“Iya menambahkan, harapannya adalah kalau ada kenaikan tarif IPL, akan tetapi di imbangi dengan peningkatan pelayanan, mungkin kami sebagai warga juga bisa terima. Ini kan kenaikan tarif dilakukan oleh CRM, tetapi pelayanannya tidak di tingkatkan. Bahkan kami konfirmasi kepada karyawan kebersihan dan security juga sering telat, jadi uang yang kami titipkan kepada CRM dipakai untuk apa,” pungkas Raymond.
Aksi warga ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pihak CRM untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan tarif IPL dan membuka ruang dialog dengan warga untuk mencapai solusi yang terbaik bagi semua pihak. (Red)















