Tangerang, HALOBANTEN.COM – Puluhan warga Perumahan Suvarna Sutera Kabupaten Tangerang menggelar aksi damai di depan kantor Customer Relationship Management (CRM) pada hari Sabtu (13/7/2024).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas kenaikan tarif Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) yang dinilai tidak transparan dan dilakukan secara sepihak tanpa musyawarah terlebih dahulu dengan warga.
Warga yang datang dengan menggunakan puluhan kendaraan roda empat ini disambut dengan pengawalan dari pihak Kepolisian Polsek Pasar Kemis.
Dalam orasinya, mereka menuntut pihak CRM untuk membatalkan kenaikan tarif IPL yang dinilai memberatkan.
Salah satu perwakilan warga, Rita, mengungkapkan kekecewaan mereka karena tidak mendapat respon dari pihak CRM.
“Hari ini kami menggelar aksi damai dengan tujuan untuk berkomunikasi dengan pihak CRM. Namun ternyata pihak CRM selaku pengelola hari ini kantornya libur,” ujar Rita.
“Jadi bagaimana kami sebagai warga, bisa berkomunikasi dengan pihak pengelola. Padahal niat kami kesini baik, karena untuk berkomunikasi agar perumahan Suvarna Sutera ini, pengelolaannya bisa lebih baik lagi, sehingga lebih banyak lagi yang berminat untuk membeli unit ataupun mengontrak rukonya,” tambah Rita.
Kekecewaan juga disampaikan oleh Raymond Tarigan, selaku koordinator aksi dan Ketua RT.09/ 010, Kelurahan Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Ia menyayangkan sikap CRM yang tidak kooperatif dan kurang turun ke lapangan untuk mendengarkan keluhan warga.
“Kami warga Suvarna Sutera menolak kenaikan tarif IPL yang di lakukan oleh pihak CRM selaku pengelola. Selain dilakukan sepihak juga kenaikan yang dilakukan tanpa dasar. Kenaikannya cukup tinggi hingga mencapai 43 persen dalam waktu empat tahun. Memang yang paling tinggi kenaikannya tahun ini yaitu mencapai 16 persen,” tegas Raymond.















