Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan vokasi memiliki daya saing tinggi di pasar kerja Banten.
Menurutnya, penguatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi kunci agar masyarakat Banten dapat bekerja di wilayah sendiri tanpa harus mencari pekerjaan ke daerah lain. Sinergi antara dunia pendidikan dan industri investasi Banten dinilai mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan produktivitas daerah.
Tantangan Ketimpangan Wilayah
Meski investasi Banten mencatatkan angka signifikan, Andra Soni mengakui masih terdapat tantangan ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Sekitar 58 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten masih terkonsentrasi di kawasan Tangerang Raya, lalu Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Sementara itu, kontribusi PDRB dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Serang belum menembus angka dua digit.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menjalankan sejumlah program strategis yang bertujuan memperluas dampak investasi hingga ke wilayah selatan dan tengah Banten.
Program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, sekolah gratis bagi SMA/SMK/SKh swasta, serta pembangunan infrastruktur jalan desa.
Andra Soni menjelaskan bahwa program MBG di Banten telah menjangkau sekitar 1,8 juta penerima manfaat dengan perputaran ekonomi mencapai Rp15 triliun.
Namun, ia mengakui bahwa rantai pasok bahan pangan seperti telur dan sayuran masih banyak bergantung pada daerah lain. Sehingga peluang investasi sektor pertanian dan peternakan lokal Banten masih sangat terbuka.
Melalui program Bang Andra, pemerintah provinsi telah membangun jalan sepanjang 78 kilometer di 64 desa.
Infrastruktur ini Andra Soni harapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan lokal, sekaligus mengintegrasikan ekonomi desa dengan kebutuhan industri dan program investasi Banten.
Dunia Usaha Perkuat Komitmen Investasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut positif inisiatif Gubernur Banten yang membuka ruang dialog bersama pelaku usaha.
Ia menilai komunikasi intensif antara pemerintah dan investor menjadi fondasi penting bagi iklim investasi Banten yang sehat dan berkelanjutan.
Dukungan serupa datang dari Founder Propan Raya ICC, Hendra Adidarma. Ia menegaskan komitmen sektor swasta


























