Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Pemagaran Pasar Anyar sebagai tanda akan mulai pelaksanaan revitalisasi belum tampak.
Pasalnya, 500 lebih pedagang masih memilih bertahan menunggu realisasinya kesepakatan relokasi ke Pasar Mambo di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Banten.
‘Ya bagaimana mau di pagar kalau para pedagangnya masih berjualan, bisa ramai lagi nanti,” kata Wakil Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Gufron Sulaiman, seusai rapat besar dengan para pedagang di Masjid Jami Al Jihad lantai tiga Pasar Anyar, Jumat (26/1/2024)
Para pedagang, katanya, tetap berjualan, karena mereka menunggu realisasi dari hasil kesepakatan dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin yang akan merelokasi ke Pasar Mambo.
Untuk itu lanjutnya, sebelum adanya kesiapan penempatan atau peresmian lapak oleh Pemkot Tangerang, pedagang akan tetap bertahan.
“Kami akan tetap bertahan sebelum lahan itu benar-benar bisa kami tempati untuk berjualan,” tandasnya.
Lebih juah Gufron yang jualan Kitab suci Alquran sejak tahun 2000-an di Pasar Anyar mengimbau kepada para pedagang, agar tetap bersabar hingga menunggu peresmian Pasar Mambo untuk tempat para pedagang.
Meskipun Pemkot Tangerang telah menutup atau memportal sejumlah akses menuju Pasar Anyar.
“Saya minta kepada para pedagang tidak bertindak apa-apa, walaupun usaha kita agak terganggu,” imbuhnya.
Sekda: Mudah-mudahan Ada Win-Win Solution
Di konfirmasi masalah tersebut, Sekda Kota Tangerang, Herman Suwarman mengatakan, pihaknya akan tetap melaksanakan revitalisasi Pasar Anyar meskipun pemagaran sebagai tanda mulainya revitalisasi belum tampak.
“Revitalisasi tetap berjalan, kita sudah musyawarah dan ada kesepakatan dengan pedagang,” jelas Herman melalui aplikasi whatsApp.
Mudah-mudahan, sambung Herman, ada win-win solution yang bisa mengakomodir kepentingan pedagang dan kegiatan revitalisasi pasar berjalan dengan baik.
Terkait tidak adanya pemagaran sebagai tanda mulainya pelaksanaan revitalisasi hingga menjelang hari pelaksanaan pada Jumat (26/1) ini, Herman menjelaskan bahwa pihaknya sudah memulai pelaksanaan itu dengan cara bertahap.
Sebagai informasi, revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang dengan anggaran dari pemerintah pusat (Kementerian PUPR) sebesar Rp140 miliar dan pembangunan tiga lantai dengan jumlah kios dan los 1.672 unit, awalnya akan mulai berjalan pada September 2023 lalu.
Hanya saja, karena ada penolakan relokasi dari pedagang, sehingga pemerintah menunda revitalisasi pembangunan itu hingga 26 Januari 2024.
Namun hingga waktu pelaksanaan revitalisasi belum tampak di mulai karena terbentur dengan persoalan yang sama. (Cak)

















