Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sebuah rumah makan terbakar di Jalan Raya Serpong Kilometer 7, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Selasa (18/3/2025) malam.
Dalam insiden tragis ini, satu anak berusia 8 tahun dikabarkan meninggal dunia.
“Tadi warga juga menyampaikan ada anak kecil yang belum ketahuan, karena bapak ibunya melompat dari lantai dua menyelamatkan diri,” ujar Muradih, salah satu warga sekitar.
Menurut laporan, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Salah satu saksi, Budi Rahman, yang tinggal di sekitar lokasi, mencium bau asap dan melihat api sudah membesar di lantai dua rumah makan tersebut.
Ia segera berusaha menyelamatkan penghuni yang terjebak di dalamnya.
Korban yang berhasil dievakuasi adalah Naprilihin (55), Sutriani (42), dan putri mereka, Salsabila (14).
Ketiganya berhasil keluar dengan bantuan saksi dan warga sekitar.
Namun, anak kedua korban, Aska (8), tidak dapat diselamatkan karena terjebak di dalam.
Budi Rahman bersama saksi lain, Bendi (24), sempat berusaha menolong Aska dengan mendobrak pintu lantai satu.
Namun, api sudah terlalu besar sehingga mereka terpaksa mundur.
Sekitar pukul 23.50 WIB, petugas pemadam kebakaran dari Tangerang Selatan tiba di lokasi dengan tiga unit kendaraan dan 15 personel yang dipimpin oleh Danton Damkar, Makmun.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 00.20 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga akibat korsleting listrik di lantai dua.
Sementara itu, para korban selamat dilarikan ke RSUD Serpong Utara untuk mendapatkan perawatan.
Sedangkan jenazah Aska dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang oleh ambulans BPBD Tangsel.
Kerugian akibat kebakaran ini masih dalam proses pendataan, karena para korban yang selamat masih dalam kondisi syok dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
(Alif/Jek/Red)















