Di sisi lain, mesin politik yang kuat, seperti dukungan dari Prabowo Subianto, juga turut memperkuat posisi Dimyati.
Ayu menekankan pentingnya peran jurnalis dan netizen untuk memberikan informasi yang peka gender agar seksisme dalam politik tidak terus berulang.
Untuk jangka panjang, hal ini akan memengaruhi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender.
Francisca Ria Susanti, Direktur Eksekutif PPMN, menambahkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam media terjadi karena kurangnya representasi perempuan dalam industri media.
Selain itu, seksisme bisa muncul ketika jurnalis laki-laki tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang perspektif gender.
Francisca juga menggarisbawahi pentingnya pemilihan narasumber yang relevan dan penggunaan bahasa yang sensitif gender dalam setiap konten media.
Dengan adanya kapasitas ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam media dan politik bisa semakin meningkat.
Reporter: Alif Azhar
Editor: Jek Jarkasih















