Politik, HALOBANTEN.COM — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, berakhir Sabtu (31/1/2026). Forum nasional tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, salah satunya target perolehan 10 juta Kartu Tanda Anggota (KTA) secara nasional.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyampaikan, target tersebut menuntut kerja nyata seluruh kader, mulai tingkat ranting hingga jajaran pimpinan pusat. Ia menegaskan, penguatan struktur partai menjadi fokus utama setelah Rakernas.
“PSI menargetkan 10 juta KTA. Seluruh kader harus bergerak dan bekerja, baik pada tingkat paling bawah hingga pusat,” kata Ahmad Ali saat rapat pleno penutupan Rakernas.
Ia menjelaskan, arahan tersebut sejalan dengan instruksi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep agar mesin partai aktif sepanjang waktu, bukan hanya menjelang pemilu.
Dalam keputusan Rakernas, PSI juga menetapkan kewajiban bagi kader yang maju sebagai calon legislatif maupun yang tidak mencalonkan diri untuk merekrut minimal 500 anggota ber-KTA. Ketentuan tersebut bertujuan memperluas basis dukungan partai secara langsung pada masyarakat.
Selain agenda konsolidasi internal, PSI menyatakan komitmen mendukung program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu fokus dukungan tersebut tertuju pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah, terutama MBG. Pengurus wilayah hingga tingkat bawah harus terlibat aktif dalam pengawasan dan gotong royong,” ujar Ahmad Ali.
Rakernas PSI juga menghadirkan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo sebagai tokoh panutan partai. Kehadiran Jokowi memberikan motivasi kepada ratusan kader dari berbagai daerah agar memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa.
Dalam arahannya, Jokowi menekankan pentingnya struktur partai yang hidup dan bekerja langsung pada masyarakat. Ia menyatakan kesiapan untuk ikut membantu memperkenalkan PSI ke berbagai daerah di Indonesia.
“Saya masih sanggup datang ke provinsi, kabupaten, bahkan kecamatan kalau memang diperlukan,” ujar Jokowi.
Sementara itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menunjukkan emosi saat menyampaikan pidato penutupan Rakernas. Kaesang mengaku tidak mampu melanjutkan teks pidato yang telah tersusun karena perasaan haru.
Momen tersebut mendapat respons tepuk tangan dan dukungan dari para kader. Dalam pernyataannya, Kaesang menyampaikan janji untuk membesarkan PSI melalui kerja keras dan semangat gotong royong seluruh kader.
“Satu hal yang saya janjikan, PSI akan menjadi partai besar. Itu bisa tercapai kalau kita bekerja bersama,” ucap Kaesang.
(RED)















