“Mereka tidak bekerja sendiri seperti layaknya sindikat, mereka juga ada pengendalinya dan kita sudah bekerja sama dengan Lapas yang terkait pengendalinya berasal dari sana,” ujarnya.
Gidion menegaskan, ini bagian dari penegakkan hukum yang integratif baik dari Bea Cukai, kepolisian dan juga Lapas.
“Semua pihak berperan aktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pelaku selalu mencari tempat yang memungkinkan untuk transaksi dam menaruh barang haram tersebut.
“Alur barang, alur uang, alur orang itu pasti berbeda. Mereka mencari mobile untuk mencari tempat yang aman, dan apalagi sekarang dengan gerakan- gerakan dan komitmen untuk pasti ruang-ruang itu menjadi sempit, maka kerjasama antar stakeholder dari Bea Cukai, kepolisian kemudian Lapas itu sangat penting untuk mengurai sindikat itu di daerah Jakarta mungkin juga dari Bekasi,” bebernya.















