Jakarta, HALOBANTEN.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru terkait jumlah korban jiwa serta langkah penanganan musibah Banjir Sumatera dan longsor yang kini melanda tiga provinsi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pembaruan data korban terus berlangsung. Sejumlah daerah terdampak mengalami gangguan jaringan komunikasi, menyebabkan pemerintah daerah kesulitan melaporkan data terkini.
“Untuk data korban hingga saat ini kami masih terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Ada beberapa pemerintah daerah masih kesulitan melaporkan, karena jaringan komunikasi masih terganggu,” jelas Abdul Muhari dalam keterangan resmi melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (28/11/2025).
Korban Meninggal dan Hilang Banjir Sumatera Bertambah di Aceh
Abdul Muhari mengungkap perkembangan terbaru yang menunjukkan adanya korban meninggal dunia di Provinsi Aceh, yang pada laporan sebelumnya nihil. Bupati Bener Meriah dan Gayo Lues telah menyampaikan laporan.
“Untuk provinsi Aceh yang sebelumnya tidak ada korban jiwa, kemarin Bupati Bener Meriah dan Gayo Lues menyampaikan laporan. Untuk Bener Meriah ada lima orang korban jiwa meninggal dunia, dan sembilan orang lainnya masih berstatus hilang,” ujar Muhari.
Longsor di Kabupaten Gayo Lues menambah jumlah korban. “Untuk kejadian longsor di Kabupaten Gayo Lues, satu orang meninggal dunia dan dua orang masih hilang,” ungkap dia.
Dengan pembaruan ini, total korban meninggal di Aceh mencapai enam orang. Sementara sebelas lainnya masih hilang. Bencana Banjir Sumatera dan longsor melanda 17 kabupaten/kota Aceh. Ribuan warga merasakan















