yang menjadi sumber kekisruhan ini harus ditelusuri dan dilaporkan kepada yang berwajib,” tegas Uten Sutendy.
Menurutnya, tidak sulit bagi panitia jika mereka sungguh-sungguh ingin melaksanakan Mukota secara tertib. Bukankah acara Mukota sudah dilaksanakan berulang kali? Seharusnya mereka mampu mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya.
“Asalkan panitia melayani peserta dengan baik, administrasi tertib, selektif, dan tepat waktu, semuanya akan berjalan lancar. Apalagi terdapat dana yang cukup besar dari setoran calon ketua. Seharusnya semua bisa berjalan mulus,” kata Uten Sutendy.
Beri Waktu Seminggu
Uten juga mempertanyakan ke mana dana besar yang calon Ketua Kadin setorkan kepada panitia. Berapa biaya sewa gedung dan konsumsi untuk kegiatan satu hari? “Mustahil menghabiskan satu miliar rupiah,” tegasnya.
“Jadi, ke mana dan penggunaannya untuk apa uang itu? Telusuri tuntas hal tersebut! Jangan membiasakan peristiwa yang merugikan para pengusaha Kadin Tangsel terulang. Para pengusaha Kadin Tangsel harus cerdas, pintar, dan berani. Jangan cengeng dan menjadi penakut di rumah sendiri,” pungkas Uten.
“Jika dalam waktu seminggu ini tak ada info kapan Melanjutkan Mukota, menurut saya pihak pihak yang dirugikan wajib melaporkan ke polisi,” tegas Uten.
Sebelumnya, Ketua Organizing Committee (OC) Muskota IV, TB. Hadi Mulyana, di hadapan seluruh peserta, Sabtu (24/10/2025) malam menyampaikan secara resmi menunda Mukota dengan alasan panitia gagal melanjutkan proses sidang akibat ketidaksiapan administrasi. Kegagalan panitia ini menimbulkan perdebatan panjang di antara peserta hingga berujung ricuh. Namun Hadi tidak menegaskan sampai kapan penundaan tersebut.
Ia hanya menjelaskan bahwa salah satu alasan penundaan tersebut adalah, dari 819 anggota Kadin Tangsel, terdapat 132 anggota yang cacat administrasi.
(Jek/Red)















