Lebak, HALOBANTEN.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan kolaborasi penanganan stunting harus kompak layaknya saat menangani pandemi Covid-19.
Semua pihak juga harus turun langsung ke lapangan agar penanganan permasalahan tersebut tepat sasaran.
Al Muktabar sampaikan hal tersebut saat menghadiri Bhakti Sosial Gerakan Bersama Pelayanan MKJP (Gerebek) Tahun 2023 Dalam Rangka Hari Ulang Tahun Persit Candra Kirana Ke-77 bersama BKKBN RI, Pemprov Banten, Korem Maulana Yusuf 064 dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Terminal Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
“Kolaborasi dan turun langsung ke lapangan itu merupakan perintah langsung Presiden pada saat Rakornas di Sentul Bogor,” kata AL Muktabar.
Rakornas di dalamnya membahas soal penanganan berbagai permasalahan seperti kemiskinan ekstrim, stunting, ketahanan pangan.
Jika bisa mengendalikan dengan baik akan berdampak positif terhadap penanganan inflasi di Provinsi Banten pada khususnya.
“Saya mengapresiasi agenda Persit ini. Padahal baru kemarin Presiden Joko Widodo menginstruksikan, tapi hari ini langsung bergerak untuk bersama-sama menangani persoalan yang ada di masyarakat,” tambah Al Muktabar.
Dia meyakini, dengan kolaborasi yang baik antar semua pihak, seberat apapun tantangan akan dengan mudah bisa terselesaikan.
Hal itu terbukti pada saat penanganan pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, di mana kekompakan itu di akui oleh dunia internasional.
“Buah dari kerjasama dan kolaborasi itu, kita dapat melewati masa-masa sulit pandemi Covid-19 itu dengan baik,” kata Al Muktabar.
“Saya ingin penanganan inflasi, stunting, kemiskinan ekstrim juga harus seperti itu, semuanya berkolaborasi seperti pada saat penanganan Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Pada akhir 2022 lalu, angka stunting di Provinsi Banten terjadi penurunan.
Ke depan, dengan pendekatan yang menyeluruh, kita upayakan pada tahun 2024 angka stunting di Provinsi Banten di bawah 14 persen.
“Kita akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan berbasiskan kearifan lokal setempat,” pungkasnya.
Ketua Umum Persit Candra Kirana Rahma Dudung Abdul Rahman mengatakan, kegiatan ini salah satu bentuk kepeduliannya kepada masyarakat Kabupaten Lebak.
Tujuannya, dalam rangka membantu warga yang sedang berada pada kondisi kesulitan dalam mengakses layanan Kesehatan.
Selain itu juga untuk meningkatkan rasa gotong royong dan saling memiliki sepenanggungan terhadap masyarakat sekitar.
Selain Baksos, ada juga palayanan Kesehatan dan membantu Anak Berkebutuhan Khusus, mereka rata-rata berada para rentang usia antara 5-15 tahun.
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Eny Gustina menambahkan, BKKBN mendapat amanat dari Presiden Jokowi.
Amanat tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 sebagai koordinator pelaksana dalam penurunan stunting.
Hal itu kita sudah membuat tim percepatan penurunan stunting yang ketuanya adalah masing-masing Wakil Kepala Daerah.
“Kita periksa, kalau dia masih punya resiko melahirkan anak stunting, kita berikan edukasi agar mau menggunakan kontrasepsi dulu,” ujarnya.
“Secara usia ia sudah layak nikah tapi belum layak hamil. Demikian juga ketika ibu melahirkan, kita rekomendasikan melakukan kontrasepsi KB pasca persalinan,” ujarnya.
Saat ini pihaknya melakukan pelayanan KB secara serencak di seluruh Indonesia selama tiga hari ke depan.
Kabupaten Lebak menjadi daerah terpilih sebagai tempat launchingnya.
Kabupaten Lebak sudah melebihi yang ditargetkan dari 1000 sudah terealisasi 1.400 peserta. (MG1/JARKASIH)















